WTI tetap lebih kuat di sekitar $102,00 meskipun AS menghentikan serangan Iran

  • WTI mungkin turun karena Presiden Trump menunda serangan yang direncanakan ke Iran untuk memungkinkan negosiasi.
  • Trump memperingatkan bahwa AS tetap siap untuk serangan besar-besaran ke Iran jika negosiasi serius yang sedang berlangsung gagal mencapai kesepakatan.
  • India menaikkan harga bensin dan solar masing-masing sebesar 87 dan 91 paise untuk mengembalikan kerugian akibat tingginya biaya minyak mentah global.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat selama empat hari berturut-turut, diperdagangkan sekitar $102,20 per barel selama jam perdagangan sesi Asia pada hari Selasa. Namun, harga minyak mentah mungkin turun seiring meredanya kekhawatiran di Timur Tengah setelah laporan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa ia telah memerintahkan penundaan serangan militer AS yang direncanakan ke Iran yang dijadwalkan pada hari Selasa. Keputusan ini dilaporkan mengikuti permintaan dari para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump mencatat bahwa negosiasi serius kini sedang berlangsung, meskipun ia memperingatkan bahwa AS tetap siap melanjutkan serangan penuh skala besar ke Iran jika kesepakatan tidak tercapai.

Sebelum perkembangan ini, harga minyak telah menguat selama lebih dari seminggu karena perundingan damai AS-Iran terhenti dan pengiriman melalui Selat Hormuz yang vital tetap efektif tertutup. Program nuklir Teheran dan blokade ganda jalur air utama ini terus menjadi hambatan besar yang mencegah terobosan dalam negosiasi.

Sementara itu, pengecer bahan bakar di Delhi mengumumkan pada hari Selasa bahwa India telah menaikkan harga bensin sebesar 87 paise per liter dan solar sebesar 91 paise per liter karena pemerintah berupaya mengembalikan kerugian yang diderita akibat tingginya harga minyak mentah global. Sebagai importir dan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, India adalah salah satu ekonomi besar terakhir yang menaikkan harga bahan bakar eceran setelah perang AS-Israel terhadap Iran memicu penutupan efektif Selat Hormuz.

Pertanyaan Umum Seputar Minyak WTI

Minyak WTI adalah jenis minyak mentah yang dijual di pasar internasional. WTI adalah singkatan dari West Texas Intermediate, salah satu dari tiga jenis utama termasuk Brent dan Dubai Crude. WTI juga disebut sebagai "ringan" dan "manis" karena gravitasi dan kandungan sulfurnya yang relatif rendah. Minyak ini dianggap sebagai minyak berkualitas tinggi yang mudah dimurnikan. Minyak ini bersumber dari Amerika Serikat dan didistribusikan melalui hub Cushing, yang dianggap sebagai "Persimpangan Pipa Dunia". Minyak ini menjadi patokan untuk pasar minyak dan harga WTI sering dikutip di media.

Seperti semua aset, penawaran dan permintaan merupakan pendorong utama harga minyak WTI. Dengan demikian, pertumbuhan global dapat menjadi pendorong peningkatan permintaan dan sebaliknya untuk pertumbuhan global yang lemah. Ketidakstabilan politik, perang, dan sanksi dapat mengganggu pasokan dan memengaruhi harga. Keputusan OPEC, sekelompok negara penghasil minyak utama, merupakan pendorong utama harga lainnya. Nilai Dolar AS memengaruhi harga minyak mentah WTI, karena minyak sebagian besar diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga Dolar AS yang lebih lemah dapat membuat minyak lebih terjangkau dan sebaliknya.

Laporan inventaris minyak mingguan yang diterbitkan oleh American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Agency (EIA) memengaruhi harga minyak WTI. Perubahan inventaris mencerminkan fluktuasi pasokan dan permintaan. Jika data menunjukkan penurunan inventaris, ini dapat mengindikasikan peningkatan permintaan, yang mendorong harga minyak naik. Inventaris yang lebih tinggi dapat mencerminkan peningkatan pasokan, yang mendorong harga turun. Laporan API diterbitkan setiap hari Selasa dan EIA pada hari berikutnya. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% dari satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah.

OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) adalah kelompok yang terdiri dari 12 negara penghasil minyak yang secara kolektif memutuskan kuota produksi untuk negara-negara anggota pada pertemuan dua kali setahun. Keputusan mereka sering kali memengaruhi harga minyak WTI. Ketika OPEC memutuskan untuk menurunkan kuota, pasokan dapat diperketat, sehingga harga minyak naik. Ketika OPEC meningkatkan produksi, efeknya justru sebaliknya. OPEC+ mengacu pada kelompok yang diperluas yang mencakup sepuluh anggota non-OPEC tambahan, yang paling menonjol adalah Rusia.

Emas melemah saat pembicaraan AS-Iran yang mandek dan taruhan kenaikan suku bunga The Fed memperkuat Dolar AS

Emas (XAU/USD) menarik penjual baru setelah pergerakan sesi Asia naik ke wilayah $4.590, menghentikan pemulihan moderat hari sebelumnya dari level terendah sejak 30 Maret
Devamını oku Previous

Dolar Australia Melemah terhadap Yen Jepang karena Data PDB Jepang yang Lebih Kuat

Pasangan mata uang AUD/JPY menarik beberapa penjual ke sekitar 113,45 selama awal sesi Eropa pada hari Selasa. Yen Jepang (JPY) menguat terhadap Dolar Australia (AUD) menyusul laporan Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang yang optimis.
Devamını oku Next