Pemulihan Indeks Dolar AS Dekati Support Sebelumnya 105,60 karena The Fed, Perbincangan Tiongkok

  • Indeks Dolar AS memangkas penurunan harian terbesar dalam lima bulan terakhir, bergerak lebih tinggi di sekitar puncak dalam perdagangan harian akhir-akhir ini.
  • Para pengambil kebijakan The Fed ragu-ragu dalam menyambut inflasi AS yang suram.
  • Pemikiran ulang Biden terkait tarif Tiongkok dan masalah Covid di Negara Naga itu menantang sentimen risk-on.
  • PPI AS, Klaim Pengangguran dapat menghibur trader intraday.

Indeks Dolar AS (DXY) mengkonsolidasikan penurunan harian terbesar sejak awal Maret selama sesi pertengahan Asia pada hari Kamis. Dengan demikian, indeks greenback ini versus enam mata uang utama mengambil petunjuk dari pidato The Fed yang beragam dan kekhawatiran seputar Tiongkok akan membalikkan penurunan yang disebabkan inflasi AS, serta mencapai kembali tertinggi dalam perdagangan harian mendekati 105,40 baru-baru ini.

Indeks Harga Konsumen (IHK) AS turun ke 8,5% secara YoY pada bulan Juli dibandingkan 8,7% yang diharapkan dan 9,1% sebelumnya. Setelah data tersebut, Reuters menyebutkan bahwa para pedagang berjangka yang terkait dengan suku bunga acuan The Fed memangkas taruhan pada kenaikan 75 basis poin ketiga berturut-turut pada pertemuan kebijakan tanggal 20-21 September, dan sekarang melihat kenaikan setengah poin sebagai opsi yang lebih mungkin.

Senada dengan itu, Presiden AS Joe Biden mengatakan, "Melihat beberapa tanda bahwa inflasi mungkin sedang moderat," seperti yang dilansir oleh Reuters. "Kita bisa menghadapi hambatan tambahan dalam beberapa bulan ke depan," lanjut Biden. "Kami masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan tetapi kami berada di jalur yang benar," tambah Presiden AS Biden.

Indeks acuan Wall Street menguat setelah inflasi meleset tetapi imbal hasil obligasi pemerintah AS tidak dapat bergembira atas IHK yang lebih lemah. Alasannya bisa dikaitkan dengan beberapa komentar dari Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari dan Presiden The Fed Chicago Charles Evans. Kashkari The Fed menyebutkan bahwa dia belum "melihat sesuatu yang mengubah" kebutuhan untuk menaikkan suku bunga kebijakan The Fed menjadi 3,9% pada akhir tahun dan menjadi 4,4% pada akhir 2023. Lebih lanjut, pengambil kebijakan The Fed Evens menyatakan, "Perekonomian hampir pasti sedikit lebih rapuh, tetapi akan membutuhkan sesuatu yang merugikan untuk memicu resesi." Evans The Fed juga menyebut inflasi "sangat" tinggi.

Selain itu, berita utama seputar Tiongkok juga mendukung pemulihan terbaru dalam dolar AS. Reuters mengandalkan sumber-sumber yang menyebutkan bahwa Presiden AS Biden memikirkan kembali langkah-langkah terkait tarif Tiongkok setelah tanggapan Taiwan. Selain itu, lonjakan kasus virus Corona dari Tiongkok, menjadi 700 kasus baru yang dikonfirmasi di daratan pada tanggal 10 Agustus versus 444 sehari sebelumnya, juga membebani DXY.

Dengan latar belakang ini, imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS pulih ke 2,79% sedangkan Kontrak Berjangka S&P 500 mencetak kenaikan tipis di sekitar 4.130 pada saat berita ini ditulis.

Selanjutnya, para pedagang DXY harus memperhatikan pembacaan mingguan Klaim Tunjangan Pengangguran AS dan Indeks Harga Produsen bulanan (IHP) bulan Juli untuk dorongan baru. Yang juga penting adalah beberapa katalis risiko dan pembacaan awal Indeks Sentimen Konsumen Michigan untuk bulan April.

Analisis Teknis

Indeks Dolar AS bertahan pada penembusan ke sisi bawah hari sebelumnya dari garis tren naik dari akhir Maret, serta DMA-50, meskipun terjadi pullback korektif terbaru dari level terendah berusia enam minggu.

Bahkan jika DXY melintasi 50-DMA dan garis support sebelumnya, masing-masing di sekitar 105,55 dan 105,65, para pembeli membutuhkan validasi dari rintangan 21-DMA di sekitar 106,45 agar dapat kembali merebut kendali.

Sebaliknya, para penjual dapat membidik level Fibonacci retracement 38,2% dari kenaikan DXY dari akhir Maret hingga pertengahan Juli, di sekitar 104,85.

Perlu dicatat bahwa MACD yang bearish dan RSI stabil (14) bergabung dengan penembusan terbaru dari support penting, sekarang merupakan resistance, akan membuat para penjual tetap optimis.

Indeks Dolar AS: Grafik Harian

Indeks Dolar AS: Grafik Harian

Tren: Diperkirakan akan terjadi pelemahan lebih lanjut

 

Analisis Harga GBP/USD: Penjual Bisa Jadi akan Bergerak

Para pembeli GBP/USD kelelahan setelah rally semalam yang dipicu oleh melesetnya Indeks Harga Konsumen AS. Ada komplikasi untuk bulls pada saat ini ka
Đọc thêm Previous

Kontrak Berjangka S&P 500 Didukung oleh Melesetnya Inflasi AS

Selera risiko masih belum jelas selama awal Kamis, setelah data inflasi AS memicu optimisme pasar. Alasannya bisa dikaitkan dengan beberapa komentar t
Đọc thêm Next