Kontrak Berjangka S&P 500, Imbal Hasil tetap Tertekan karena Kekhawatiran atas Resesi Meningkat Jelang ECB

  • Sentimen pasar berkurang di tengah kekhawatiran terhadap ekonomi dan kecemasan pra-ECB.
  • Kontrak berjangka S&P 500 mundur dari level tertinggi bulanan, imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS melanjutkan pullback hari sebelumnya.
  • Inflasi yang lebih kuat juga membebani selera risiko di tengah agenda kalender ekonomi yang sepi.
  • ECB diperkirakan akan mengumumkan kenaikan suku bunga 0,25% tetapi kekhawatiran atas perlambatan ekonomi di blok tersebut membuat para pedagang yang optimis menjauh.

Pasar global tetap berhati-hati selama sesi Asia hari Kamis, melanjutkan gejolak hari sebelumnya, karena para pedagang menunggu pengumuman kebijakan moneter utama dari Bank Sentral Eropa (ECB). Yang juga memberikan tekanan ke sisi bawah pada selera risiko adalah kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi dan agresi bank sentral, karena inflasi yang lebih kuat.

Sementara yang menggambarkan senitmen, Kontrak Berjangka S&P 500 turun sebesar 0,15% dalam perdagangan harian sementara berbalik dari level tertinggi enam minggu ke 3.956 baru-baru ini. Selanjutnya, imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS juga melanjutkan pullback hari Rabu dari puncak mingguan menjadi 3,02%, turun sebesar 1,5 basis poin (bps) pada saat berita ini ditulis.

Perlu dicatat bahwa indeks acuan Wall Street berhasil membukukan hari positif lainnya, meskipun mundur sebelum penutupan karena berita negatif mengenai lapangan pekerjaan AS dari perusahaan-perusahaan papan atas termasuk Google dan Ford.

Baru-baru ini, Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) memangkas perkiraan pertumbuhannya untuk negara berkembang Asia untuk tahun ini dan tahun depan, menurut Reuters. Berita tersebut mengutip kejatuhan ekonomi akibat perang Rusia di Ukraina dan pengetatan agresif oleh bank-bank sentral global untuk menjinakkan inflasi sebagai katalis utama. "Menurunkan perkiraan 2022 untuk ketiga kalinya, ADB mengatakan sekarang memperkirakan ekonomi gabungan blok tersebut, yang mencakup Tiongkok dan India, akan berkembang 4,6%, lebih lambat dari proyeksi 5,2% pada bulan April," demikian disebutkan oleh Reuters.

Pada hari Rabu, IMF menurunkan perkiraan pertumbuhannya untuk Jerman menjadi 1,2% untuk tahun 2022 dan 0,8% untuk tahun 2023. Dalam perkiraan sebelumnya, IMF memperkirakan ekonomi Jerman tumbuh 2% pada kedua tahun tersebut.

Di balik perkiraan IMF tersebut adalah kekhawatiran baru-baru ini seputar pasokan gas Rusia ke blok tersebut. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan pada hari Rabu bahwa itu adalah skenario yang mungkin terjadi bahwa mungkin ada pemutusan penuh gas Rusia, seperti yang dilansir oleh Reuters. Presiden Rusia Vladimir Putin menyebutkan bahwa mereka belum melihat seperti apa kondisi peralatan untuk Nord Stream 1 setelah menyelesaikan pemeliharaan, menurut Reuters.

Di tempat lain, rekor inflasi dari Inggris, IHK yang lebih kuat dari Kanada dan krisis politik Italia juga membebani sentimen pasar. Selain itu, kekhawatiran terhadap Covid dari Tiongkok dan periode pemadaman untuk The Fed tampak membebani para pelaku pasar. Perlu dicatat bahwa jajak pendapat Reuters terbaru mengisyaratkan kenaikan suku bunga The Fed 0,75% dan 40% peluang resesi AS.

Mengingat munculnya kembali kekhawatiran akan resesi, serta inflasi yang lebih kuat dan harapan agresi bank sentral, selera risiko kemungkinan akan tetap lebih lemah, yang pada gilirannya dapat membantu aset-aset safe-haven seperti dolar AS. Namun, pertemuan ECB hari ini akan sangat penting karena bank sentral blok tersebut menghadapi banyak tantangan saat mencoba mempertahankan Euro.

Baca juga: Forex Hari Ini: Sentimen Memburuk di Tengah Kekhawatiran Resesi dan Menjelang ECB

Keyakinan Bisnis NAB (Krtl/Krtl) Australia 2Q Dicatat Di 5, Di Bawah Harapan 16

Keyakinan Bisnis NAB (Krtl/Krtl) Australia 2Q Dicatat Di 5, Di Bawah Harapan 16
Baca lagi Previous

USD/CNH Menguat di Sekitar Pertengahan 6,7700-an karena ADB Pangkas Perkiraan Pertumbuhan Tiongkok untuk Tahun 2022

USD/CNH tetap berada di dalam kisaran berombak antara 6,7700 dan 6,7775 selama sesi Asia hari Kamis. Dengan demikian, pasangan Yuan Tiongkok lepas pan
Baca lagi Next