Kontrak Berjangka S&P 500, Kurva Imbal Hasil Gambarkan Kekhawatiran atas Resesi, Inflasi AS dalam Sorotan

  • Kontrak Berjangka S&P 500 melanjutkan pullback hari sebelumnya dari level tertinggi selama dua minggu.
  • Kesenjangan yang melebar dari kurva imbal hasil obligasi 10-tahun dan 2-tahun pemerintah AS mengisyaratkan kekhawatiran atas resesi.
  • Lonjakan ekspektasi inflasi AS, pidato hawkish The Fed juga memperkuat gelombang penghindaran risiko.

Sentimen pasar tetap memburuk selama sesi Asia hari Selasa di tengah kekhawatiran yang umum terhadap ekonomi. Sementara yang menggambarkan sentimen, Kontrak Berjangka S&P 500 turun sebesar 0,40% yang melanjutkan penurunan hari sebelumnya menuju $3.840 sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga tetap tertekan pada akhir-akhir ini.

Dengan itu, perbedaan antara imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS dan imbal hasil validitas 2-tahun juga menggambarkan sentimen risk-off, dengan mencatatkan tingkat yang lebih tinggi sebesar 3,03% untuk obligasi jangka pendek sementara imbal hasil obligasi jangka panjang lebih rendah sebesar 2,96%.

Rekor tertinggi dalam ekspektasi inflasi AS satu tahun dan beberapa komentar dari para pengambil kebijakan AS yang menunjukkan lebih banyak rasa sakit di masa depan meningkatkan kekhawatiran atas perlambatan ekonomi, yang pada gilirannya mendorong pasar bergegas menuju aset-aset safe haven. Yang juga semakin memperkuat sentimen risk-off, serta kekuatan dolar AS secara luas, adalah data ketenagakerjaan AS yang optimis pada hari Jumat dan kekhawatiran terhadap geopolitik/perdagangan.

Namun, ekspektasi inflasi AS satu tahun melonjak ke rekor tertinggi 6,8% pada bulan Juni, dibandingkan 6,6% sebelumnya, sesuai dengan data survei The Fed NY yang dirilis pada hari sebelumnya. Perlu dicatat laporan lapangan pekerjaan AS terbaru menyebutkan Nonfarm Payrolls (NFP) AS naik 372 ribu untuk bulan Juni, dibandingkan 268 ribu yang diharapkan dan 384 ribu revisi ke bawah sebelumnya sementara Tingkat Pengangguran tetap tidak berubah pada 3,6%.

Pada baris yang sama, kasus virus Corona pertama Omicron sub-varian BA-5 di Shanghai memperburuk masalah virus setelah negara naga itu gagal mempertahankan aktivitas setelah dibukanya karantina. Selain itu, data inflasi yang kuat dari negara utama Asia itu dan keraguan atas target PDB Beijing, serta kemampuan stimulus untuk memperbarui optimisme, juga membebani sentimen pasar.

Selanjutnya, kekhawatiran atas perlambatan ekonomi dapat terus membebani selera risiko pasar menjelang Indeks Harga Konsumen AS untuk bulan Juni di hari Rabu, diperkirakan 8,8% versus 8,6% sebelumnya.

Perlu disebutkan bahwa sentimen risk-off mendukung kekuatan dolar AS dan membebani harga komoditas, serta mata uang Antipodean.

Baca juga: Indeks Dolar AS Bergerak di Sekitar Tertinggi Multi-Tahun di Atas 108,00 Jelang Inflasi AS

NZD/USD Cenderung Bearish Menuju Terendah Dua Tahun di Dekat 0,6100, Menegaskan Pesimisme Pasar Opsi

NZD/USD bertahan pada bias bearish hari sebelumnya di sekitar level terendah sejak Mei 2020, para penjual bermain-main dengan level angka bulat 0,6100
Baca selengkapnya Previous

Analisis Harga USD/CAD: Pembeli Dekati Resistance Mingguan di Atas 1,3000

USD/CAD mengambil tawaran beli ke 1,3020 sementara melanjutkan kenaikan hari sebelumnya selama sesi Asia hari Selasa. Tren naik terbaru pasangan Loon
Baca selengkapnya Next