Berita Harga USD/INR: Pemulihan Rupee India Targetkan 77,00 Menjelang Inflasi AS

  • USD/INR memperpanjang pullback dari rekor teratas, mengambil penawaran jual untuk menyentuh terendah baru intraday.
  • Sentimen yang lebih baik dan imbal hasil yang lebih rendah menguji pembeli USD menjelang data utama IHK AS.
  • Kekhawatiran inflasi 'mengejutkan' dari India dan intervensi RBI akan membela pembeli.
  • Komentar The Fed, Tiongkok dan Rusia adalah katalis tambahan untuk mengawasi arah yang jelas.

USD/INR mengambil tawaran jual untuk menyentuh terendah baru intraday di sekitar 77,20, memperpanjang perubahan arah hari sebelumnya dari rekor tertinggi, karena pasar bersiap untuk data inflasi AS yang sangat penting selama pagi ini.

Selain konsolidasi di tengah kecemasan menjelang IHK, berita utama dari otoritas lokal Shanghai yang menyebutkan tidak ada virus yang menyebar di delapan distrik dan angka inflasi yang lebih kuat dari Tiongkok juga mendukung peningkatan terbaru dalam sentimen pasar. Selain itu, imbal hasil yang lebih rendah menguji pembeli Dolar AS menjelang data kunci dan karenanya menambah kekuatan pada penurunan terbaru USD/INR.

Yang juga positif untuk Rupee India (INR) adalah obrolan seputar intervensi Reserve Bank of India (RBI) untuk mempertahankan mata uang nasional.

Komentar beragam dari pembuat kebijakan Federal Reserve tampaknya telah membebani imbal hasil obligasi pemerintah AS. Sebelumnya di Asia, Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic menyebutkan bahwa ekonomi AS yang kuat dan permintaan tinggi sementara juga mengharapkan tingkat netral di 2,0-2,5%. Meski begitu, Presiden Fed Cleveland dan anggota FOMC Loretta Mester membuat penjual berharap saat dia mengatakan, pada hari Selasa, bahwa Fed tidak mengesampingkan kenaikan suku bunga 75 basis poin "selamanya".

Sementara itu, kebijakan "Toleransi Nol COVID" Tiongkok meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendorong untuk melonggarkan pembatasan aktivitas yang kaku di Shanghai dan Beijing juga menguji optimisme terbaru di pasar. Selain itu, kisah-kisah perang Rusia-Ukraina dan kemungkinan implikasi negatifnya juga membuat penjual emas berharap. Berdasarkan laporan terbaru, Eropa perlu mengalihkan aliran gasnya dari Rusia yang sebelumnya digunakan untuk tiba melalui Ukraina. Pada baris yang sama adalah kekhawatiran inflasi konsumen India melonjak ke level tertinggi 18 bulan, sesuai jajak pendapat Reuters, serta perbaikan harga minyak baru-baru ini.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun dan Indeks Dolar AS (DXY) tetap tertekan di sekitar 2,99% sedangkan S&P 500 Futures mencetak kenaikan ringan di dekat level 4.000 setelah penutupan beragam di Wall Street.

Mengingat kalender ringan di India menjelang data inflasi hari Kamis, pergerakan USD/INR akan bergantung pada angka Indeks Harga Konsumen (IHK) AS, diperkirakan akan berkurang menjadi 8,1% YoY dari 8,5% sebelumnya.

Baca juga: Pratinjau IHK AS: Inflasi yang Kuat akan Dorong Dolar ke Tertinggi Baru, dan Dua Skenario Lainnya

Analisis teknis

Mundurnya pasangan USD/INR dari garis resistensi lima bulan, di sekitar 77,52 pada saat ini, bertujuan untuk kembali ke puncak Maret di 77,17 sebelum level acuan 77,00 dapat memikat penjual. Namun, perlu dicatat bahwa penurunan dari angka bulat 77,00 dapat membuat harga rentan menuju penurunan sebelum puncak akhir 2021 di 76,59.

Atau, kenaikan berkelanjutan di luar 77,52 tidak akan ragu untuk menantang angka bulata 78,00 sebelum membidik magnet psikologis 80,00.

 

EUR/USD Stabil Di Bawah 1,0540 Menjelang Inflasi AS dan Lagarde ECB

Pasangan EUR/USD menampilkan pergerakan bolak-balik dalam kisaran sempit 1,0526-1,0538 di sesi Asia. Pembeli Greenback dibekukan sekarang karena inves
Devamını oku Previous

Analisis Harga USD/JPY: Saluran Kenaikan Enam Pekan Mempertahankan Kenaikan Di Atas 130,00

Tidak seperti pasangan utama mata uang lainnya, USD/JPY gagal mendukung pullback DXY karena tak bergerak di sekitar 130,40 selama pertengahan sesi Asi
Devamını oku Next