Penjual WTI Masuk dan Mendorong Kembali terhadap Upaya Korektif

  • West Texas Intermediate (WTI) berada di belakang, meskipun risiko terus mengalir di seluruh kompleks energi.
  • Persediaan minyak AS naik minggu lalu, tetapi emas hitam berdarah.

Spot West Texas Intermediate (WTI) turun sekitar 1,25% di Asia tetapi telah berakhir di pasar berjangka Amerika Utara dengan kenaikan kecil pada hari Rabu menyusul laporan bahwa persediaan minyak AS naik minggu lalu. Pada saat penulisan, emas hitam ini diperdagangkan di $100,71 spot dan telah jatuh dari level tertinggi $102,08bbls ke level terendah $110,63/barel.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni naik US$0,32 menjadi US$102,02 per barel dengan fokus pada penangguhan pengiriman gas alam Rusia ke Bulgaria dan Polandia. Ini telah menimbulkan kekhawatiran atas penggunaan ekspor energinya sebagai senjata sementara kedua negara menolak untuk membayar pengiriman dalam rubel meskipun ada permintaan dari Rusia.

''Sementara aliran ke Jerman melalui pipa Yamal-Eropa secara rutin nol sejak pertengahan Desember, pengurangan pelanggan lain dapat menambah tekanan lebih lanjut pada sistem energi yang sudah di bawah tekanan ekstrim,'' para analis di TD Securities menjelaskan.

''Selanjutnya, empat negara telah membayar dalam rubel dan sepuluh perusahaan telah membuka rekening untuk memenuhi persyaratan. Eropa juga berencana untuk sementara meningkatkan pembelian melalui jalan-jalan ini untuk mengimbangi aliran yang hilang ke Polandia dan Bulgaria, menunjukkan dampak fundamental mungkin diredam untuk saat ini, meskipun risiko ke kawasan itu terus tumbuh,'' tambah para analis tersebut.

''Risiko ini akan terus mengalir di seluruh kompleks energi, seperti yang dicatat oleh rekor lonjakan harga minyak pemanas karena kekurangan mendatangkan malapetaka di seluruh dunia.''

Sementara itu, data persediaan minyak AS menunjukkan kenaikan sebesar 0,692 juta/barel. Ini lebih rendah dari peningkatan yang diharapkan dari 2 juta/barel. Persediaan bensin turun 1,573 juta/barel terhadap ekspektasi kenaikan 0,89 juta/barel. "Selanjutnya, perusahaan minyak AS mengisyaratkan mereka akan meningkatkan produksi minyak dari persediaan serpih AS, yang dapat melihat produksi meningkat pada akhir tahun ini," kata para analis di ANZ Bank.

 

Tingkat Pengangguran Singapura 1Q Di Bawah Harapan (2.4%) : Aktual (2.2%)

Tingkat Pengangguran Singapura 1Q Di Bawah Harapan (2.4%) : Aktual (2.2%)
Devamını oku Previous

Keputusan Suku Bunga BoJ Jepang Sesuai Perkiraan -0.1%

Keputusan Suku Bunga BoJ Jepang Sesuai Perkiraan -0.1%
Devamını oku Next