USD/JPY: Perpanjangan Kebijakan Moneter BoJ yang Longgar Indikasikan Pelemahan Yen di Depan – CIBC

Pasangan USD/JPY sekarang kembali diperdagangkan di atas 114,00. Dengan tidak terlihatnya akhir dari kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ) yang longgar, dan kontrol kurva imbal hasil diperpanjang, para ekonom di CIBC Capital Markets melihat pelemahan yen di depan.

Prospek jangka menengah untuk yen adalah lebih lemah hingga 2022

"Pengabadian sikap kebijakan BoJ yang sangat longgar akan membuat Jepang di samping zona euro dan Swiss sebagai perpanjangan inersia kebijakan jangka panjang, sebuah skenario yang akan terus membuat JPY dalam posisi defensif."

“Pasca terpilihnya kembali LDP, kita dapat mengharapkan babak stimulus fiskal lainnya. Ketika kami memperkirakan pelemahan kuartal ketiga akan memberi jalan bagi rebound yang solid dalam PDB kuartal keemat saat ekonomi dibuka kembali, perpanjangan kontrol kurva imbal hasil akan melihat pelebaran yang cukup besar dalam spread 10-tahun USTJGB, memberikan alasan untuk arus keluar modal yang berkelanjutan mencari return yang lebih tinggi ke luar negeri.”

“Salah satu risiko terhadap skenario pelemahan yen kami yang perlu diperhatikan adalah skala jual JPY yang ada. Skala posisi condong berisiko rally korektif JPY jika sentimen risiko terbukti dikompromikan secara material hingga akhir tahun, tetapi kami masih akan mempertahankan prospek jangka menengah kami yaitu yen lebih lemah hingga 2022."

AUD/GBP Tampak akan Akhiri Tahun di Level 0,54 – Westpac

Reserve Bank of Australia (RBA) dan Bank of England (BoE) keduanya kurang hawkish dari perkiraan pasar. Risiko jangka pendeknya adalah pengujian AUD/G
अधिक पढ़ें Previous

Komisi UE Melihat Inflasi Zona Euro pada 2,4% di Tahun 2021

Dalam perkiraan terbaru yang diterbitkan pada hari Kamis, Komisi Eropa mengatakan bahwa mereka memperkirakan inflasi di zona euro menjadi 2,4% pada ta
अधिक पढ़ें Next