Imbal Hasil Pemerintah AS dan Kontrak Berjangka S&P 500 Gambarkan Sentimen risk-off
- Imbal hasil Treasury 10-tahun AS mencetak tren turun tiga hari di sekitar 1,23%, Kontrak berjangka S&P 500 melanjutkan penurunan di bawah 4.400.
- Fed menolak membicarakan pengurangan, Senator mendukung debat terkait stimulus infrastruktur Biden.
- Pembacaan awal pada PDB Kuartal 2 AS akan menjadi kunci untuk diperhatikan ke depan.
Sentimen pasar memburuk di tengah sesi Asia hari Kamis. Akibatnya, barometer risiko ini, yaitu imbal hasil pemerintah AS dan saham berjangka tetap tertekan meskipun ada beberapa hal positif yang mungkin mendukung para pembeli.
Dengan itu, imbal hasil pemerintah AS bertenor 10-tahun mencetak penurunan tiga basis poin (bp) menjadi 1,23%, turun untuk hari ketiga berturut-turut sedangkan Kontrak berjangka S&P 500 turun 0,17% pada saat berita ini dimuat.
Penghindaran risiko mengambil petunjuk dari masalah Covid varian Delta. New South Wales Australia menyampaikan 239 kasus baru selama 24 jam yang berakhir pada 28 Juli, jumlah tertinggi dalam 16 bulan, mendorong jumlah nasional ke level Agustus 2020.
Di jalur yang sama, AS dan Inggris juga menyaksikan lonjakan Covid varian Delta akhir-akhir ini. Hal yang sama menyebabkan Twitter untuk menutup kantor di San Francisco dan New York sementara pembukaan pembatasan Inggris kembali dipertanyakan. Selain itu, Kyodo News mengatakan, "Total harian kasus COVID-19 di Jepang mencapai 9.000 untuk pertama kalinya pada hari Rabu, dengan lonjakan penularan di Tokyo yang membuat situasi Olimpiade tidak menyenangkan dan memberikan tekanan pada pemerintah Perdana Menteri Yoshihide Suga untuk mengambil tindakan penanggulangan yang lebih kuat."
Di halaman yang berbeda, pembuat kebijakan AS mendukung pemungutan suara prosedural pada rencana pengeluaran infrastruktur Presiden Joe Biden. Namun, jalan yang tidak mulus untuk mencapai bagian akhir dan ketidakpastian atas batas anggaran menantang optimisme.
Di tempat lain, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) AS sesuai dengan ekspektasi pasar yang luas untuk mengumumkan tidak ada perubahan kebijakan moneter sambil mengutip "perbaikan ekonomi yang berkelanjutan," selama pertemuan bulan Juli. Namun, Indeks Dolar AS (DXY) terbebani oleh komentar Ketua Fed Jerome Powell yang mengatakan, "Ekonomi telah membuat kemajuan menuju sasarab sejak menetapkan standar untuk pengurangan pada bulan Desember dan akan terus menilai perkembangan dalam pertemuan mendatang."
Ke depan, selera risiko mungkin tetap suram karena masalah Covid meluas dan menantang pemulihan ekonomi dari pandemi. Namun, PDB AS Kuartal 2 hari ini, diharapkan 8,6% disetahunkan versus 6,4% sebelumnya, akan menawarkan bantuan tingkat menengah kepada para investor.
Baca: Pratinjau PDB AS Kuartal 2: Ekonomi Akan Terus Berkembang Dengan Kecepatan Yang Kuat, Pantau FOMC