Saham Asia Berkonsolidasi Setelah Data China dan Kekhawatiran Perdagangan/Brexit
- Hasil PDB China yang lemah memudarkan optimisme pasar di tengah aliran data/peristiwa yang ringan.
- Tarif AS untuk barang-barang UE, keraguan atas Brexit tetap berisiko.
- Komentar para pembuat kebijakan akan menjadi kunci di tengah kurangnya katalis utama menjelang hari Sabtu yang penting.
Dengan turunnya Produk Domestik Bruto (PDB) China dan komentar suram dari Stats Bureau yang membebani Produksi Industri yang optimis, saham Asia menahan diri dari pemulihan lebih lanjut menjelang pembukaan sesi Eropa pada hari ini.
Yang menambah kekhawatiran pasar adalah pengaktifan tarif Amerika Serikat (AS) pada barang-barang Uni Eropa (UE), bersama dengan komentar Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengenai ruang lingkup kesepakatan perdagangan AS-China.
Selain itu, keraguan atas kemampuan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk meloloskan kesepakatan Brexit di sesi Parlemen khusus hari Sabtu dan komentar beragam dari pembuat kebijakan bank sentral AS, Uni Eropa, dan Australia membuat para pedagang bermasalah.
Sebagai hasilnya, indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang bergerak sekitar -0,1% sementara NIKKEI Jepang diuntungkan dari harapan langkah-langkah stimulus lebih lanjut sambil mengabaikan data inflasi. HANG SENG tak banyak berubah sementara ASX 200 dan NZX50 mengalami penurunan 0,60% pada saat ini. Selain itu, SENSEX BSE India berada di sisi positif dengan 0,30% berwarna hijau.
Mengingat kurangnya katalis utama yang akan dirilis, investor akan terus mengawasi komentar Federal Reserve (Fed) dan pembuat kebijakan Bank of Canada (BoC), untuk diterbitkan pada akhir hari ini mengingat dimulainya periode pemadaman Fed mulai besok dan seterusnya.