Saham Asia Turun Di Seputar Turunnya Kemungkinan Pelonggaran Fed Yang Agresif
Saham Asia melaporkan penurunan moderat pada saat penulisan di seputar meredanya kemungkinan penurunan suku bunga agresif Federal Reserve AS akhir bulan ini.
Pada saat penulisan, Nikkei Jepang turun 0,33% dan saham di Australia dan Hong Kong masing-masing turun 0,16% dan 0,65%. Sementara itu, Shanghai Composite turun lebih dari 1%, sementara futures pada S&P 500 datar.
Presiden Fed New York John Williams terdengar dovish pekan lalu, menaikkan peluang bank sentral menurunkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada pertemuan 30-31 Juli.
Namun, risk-on yang dihasilkan pada saham AS berumur pendek dengan saham Wall Street berakhir dengan penurunan pada hari Jumat, karena Williams kembali ke posisi awal dalam komentarnya dengan mengatakan pidato bukan tentang pertemuan kebijakan mendatang.
Lebih lanjut, Wall Street Journal melaporkan pada hari Jumat bahwa the Fed kemungkinan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin akhir bulan ini.
Akibatnya, probabilitas penurunan suku bunga 50 basis poin hampir menguap.
Terlepas dari itu, meningkatnya ketegangan di Teluk Persia setelah penyitaan kapal tanker minyak Inggris oleh Iran dan ketegangan perdagangan bisa jadi membebani ekuitas Asia.
Ada berita sebelumnya hari ini bahwa China telah mengenakan bea anti-dumping pada impor baja dari Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia.