USD/IDR Menahan Diri Untuk Penurunan Lebih Lanjut Di Tengah Pembelian Greenback Baru-Baru Ini

USD/IDR tidak kebal terhadap kekuatan Dolar AS baru-baru ini (USD) karena pullback dari rendah multi-bulan ke 13.955 pada awal Senin.

Pasangan ini tergelincir ke level terendah sejak Februari pada Jumat pagi karena pasar bereaksi terhadap komentar pejabat Fed yang mengisyaratkan penurunan suku bunga yang lebih besar dari Fed. Namun, langkah itu tidak bisa bertahan lama setelah pernyataan dari Federal Reserve Bank di New York bahwa Presiden John Williams menolak sinyal dovish dan menjinakkan dolar.

Yang menambah kekuatan greenback adalah berita utama positif terbaru di seputar perkembangan perdagangan AS-China.

Di sisi lain, Rupiah Indonesia (IDR) menanggung beban pemotongan suku bunga Bank Indonesia (BI). Bank sentral juga mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi 2019 terlihat di bawah titik tengah pandangan 5,0-5,4% sambil menjaga janjinya untuk mengejar kebijakan makroprudensial makro akomodatif untuk mendukung pertumbuhan pinjaman.

Sementara greenback terus pulih, pembeli akan tetap berhati-hati menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) 31 Juli. Kalender ekonomi tenang untuk Indonesia, yang pada gilirannya menyoroti berita AS/berita utama yang harus diperhatikan untuk impuls baru.

Analisis Teknis

Bahkan jika perdagangan berkelanjutan di bawah MA (moving average average) menggambarkan kelemahan pasangan USD/IDR, 13.740/25 pertemuan support, termasuk level Fibonacci retracement 38,2% dari swing low 2014 ke swing high  2018 dan SMA 200-minggu, dapat membatasi penurunan dalam jangka pendek.

PBOC Tetapkan Kurs Referensi Yuan Pada 6,8759

Bank Rakyat China (PBOC) telah menetapkan kurs referensi Yuan pada 6,8759 vs fix Jumat 6,8635.
Đọc thêm Previous

Minyak Naik Karena Ketegangan Geopolitik

Minyak dalam penawaran beli yang kuat di kedua sisi Atlantik Senin pagi ini di tengah ketegangan yang meningkat, berkat penyitaan Iran atas sebuah kap
Đọc thêm Next