Birol: EIA Merevisi Ke Bawah Perkiraan Pertumbuhan Permintaan Minyak Global 2019
Dalam sebuah wawancara dengan Reuters pada Kamis malam, Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA) Faith Birol mengatakan, mereka sedang merevisi ke bawah prospek pertumbuhan permintaan minyak global 2019 menjadi 1,1 juta barel per hari (bph) dan meninggalkan ruang untuk penurunan lebih lanjut seandainya perlambatan ekonomi global dan China semakin parah.
Sorotan Utama:
"China mengalami pertumbuhan ekonomi paling lambat dalam tiga dekade terakhir, begitu juga beberapa negara maju ... jika ekonomi global berkinerja lebih buruk dari yang kami perkirakan, maka kita bahkan dapat melihat angka kami sekali lagi dalam beberapa bulan ke depan.
IEA prihatin dengan meningkatnya ketegangan Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, rute pelayaran vital yang menghubungkan produsen-produsen minyak Teluk ke pasar di Asia, Eropa, Amerika Utara, dan di tempat lain.
Kami terus memantau apa yang terjadi di sana. Dan jika sesuatu terjadi, kami siap bertindak cepat dan tegas.
Dalam jangka yang sangat pendek, efek dari opsi tersebut tidak terlalu besar. Kita harus memikirkan opsi dan mengatasinya. Opsi-opsi tersebut tidak akan membawa perubahan besar di pasar saat ini tetapi akan membantu dalam jangka menengah dan panjang.
Harga minyak di sekitar $65 per barel dalam menilai ketegangan yang berkaitan dengan Iran, Libya dan Venezuela, serta kekhawatiran seputar pertikaian perdagangan AS-China.”