Saham Asia Goyah Di Tengah Penurunan Suku Bunga RBA, Keraguan Atas Gencatan Senjata Perdagangan/Ekonomi Global
Saham Asia tetap bergejolak karena pedagang global meragukan gencatan senjata perdagangan AS-China di tengah tanda-tanda kelemahan pada prospek ekonomi global. Namun, penurunan suku bunga RBA berhasil menyenangkan sebagian besar pembeli jika tidak semua.
Nada risiko tetap berat karena kurangnya pembaruan dari AS dan Cina mendorong pedagang global untuk menilai kembali gencatan senjata yang baru-baru ini disepakati di tengah para pemimpin global. Angka-angka aktivitas utama dari Inggris, Uni Eropa, dan China juga dapat dikutip sebagai alasan pesimisme pasar.
Imbal hasil treasury 10-tahun AS memangkas kenaikan Senin dan turun hampir 1,5 pip saat ini.
Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang naik 1,4% sementara Nikkei Jepang naik 0,17%. Selanjutnya, Hang Seng reli 1,35% setelah pasar Hong Kong dibuka sedangkan BSE Sensex India turun 0,24% pada saat ini.
ASX 200 dari Australia menyemangati penurunan suku bunga 0,25% dari Reserve Bank of Australia (RBA) dengan tidak adanya pernyataan dovish sedangkan Selandia Baru NZX 50 mengikuti gugatan tersebut.
Selanjutnya, komentar dari Presiden Federal Reserve Bank New York John Williams akan diamati dengan seksama untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut dari langkah kebijakan masa depan bank sentral AS.