USD/JPY: Bereaksi Terhadap Yield Treasury AS Yang Ke Rendah 15-bulan
USD/JPY menguji level rendah harian 110,30 pada pembukaan pasar Tokyo hari ini. Pedagang bereaksi terhadap kekhawatiran perlambatan global seperti yang tercermin melalui penurunan yang berkelanjutan atas imbal hasil keuangan AS dan pesimisme di Wall Street. PDB AS dan peristiwa risiko akan menjadi pusat perhatian untuk sisa hari ini.
Imbal hasil 10-tahun untuk obligasi pemerintah AS turun ke level terendah sejak Desember 2017 dengan sekitar 2,35%, jauh di bawah angka hari Jumat sebesar 2,377% yang memicu aksi jual global dengan memotong imbal hasil 3 bulan dan menunjukkan resesi seperti pada 2007 dalam ekonomi terbesar di dunia ini.
Bund Jerman juga meluncur lebih dalam ke wilayah negatif setelah Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi mengisyaratkan meningkatnya tantangan terhadap ekonomi regional dan lebih memilih untuk menjauh dari pengetatan kebijakan moneter.
Wall Street juga merah dengan Dow Jones Industrial Average kehilangan 0,1 sementara indeks S&P 500 menurun 0,5% dan Nasdaq merosot sebanyak 0,6%.
Selain sinyal dovish dari para bank sentral seperti ECB dan RBNZ, komentar dari calon Gubernur Fed, Stephen Moore, juga membebani sentimen investor. Selain itu, Brexit masih ketidakpastian yang menjulang yang menambah kekhawatiran bagi pedagang global.
Yang akan menjadi fokus adalah pembaruan dari kunjungan delegasi AS selama dua hari di Beijing dan versi PDB Q4 final AS. Perkiraan menunjukkan angka pertumbuhan 2,4% untuk produk domestik bruto tahunan selama kuartal keempat AS (Q4) terhadap 2,6% sebelumnya.
Analisis Teknis USD/JPY
Setelah tergelincir di bawah simple moving average (SMA)50-hari, USD/JPY kembali menyoroti support di 109,70, penembusan di antaranya dapat kembali ke 109,00.
Pada sisi atas naik dari angka SMA 110,55 dapat ke 111,15, SMA 100-hari.