Wakatabe, BoJ: Kenaikan Suku Bunga Prematur Akan Dorong Jepang Kembali Ke Resesi

Deputi Gubernur Bank of Japan (BoJ) Wakatabe diberitakan satu jam terakhir, melalui Reuters, berpidato di Parlemen.

Sorotan Utama:

Bank-bank Jepang memiliki banyak penyangga modal.

Suku bunga negatif memang menekan laba bank-bank dari bunga.

Efek samping makro dari suku bunga negatif belum muncul.

Keuntungan kebijakan pelonggaran BoJ melebihi biaya.

Tidak ada gangguan besar pada intermediasi keuangan Jepang.

Ada manfaat dan kerugian dari perubahan kebijakan moneter dari waktu ke waktu.

Harus sadar bahwa kerugian pada laba bank dari suku bunga rendah yang berkepanjangan dapat terakumulasi.

BoJ melanjutkan kebijakan saat ini sehingga ekspektasi harga akan naik.

Kurva yield akan curam jika BoJ dengan sabar mempertahankan kebijakan pelonggaran saat ini.

BoJ melakukan apa yang perlu dilakukan untuk mencapai target inflasi 2%.

Sangat tidak mungkin Jepang akan mengalami hiperinflasi jika BoJ tetap pada target inflasi.

Menaikkan suku bunga secara prematur akan mendorong Jepang kembali ke resesi.

BoJ memiliki alat untuk memperlonggar dan memperketat kebijakan.

GBP/USD Terus Berupaya ke 1,4345 - Danske Bank

Aila Mihr, Analis di Danske Bank, mencatat Cable perlu melampaui 1,4345 untuk memungkinkan kenaikan lebih lanjut.
Leer más Previous

Kantor Kabinet Jepang Pertahankan Penilaian Ekonomi Untuk April

Dalam laporan penilaian ekonomi bulanan, Kantor Kabinet Jepang menegaskan kembali bahwa ekonomi berada pada mode pemulihan moderat sambil mempertahank
Leer más Next