Aksi Jual WTI Beriringan Dengan Ekuitas, Fokus Pada Data EIA
WTI (minyak berjangka di NYMEX) memperpanjang penurunan korektif dari puncak dua bulan untuk hari ketiga hari ini, karena aksi jual di ekuitas Eropa mengekang selera untuk aset berisiko seperti minyak.
Selain itu, berlanjutnya pembelian Dolar AS berbasis luas di tengah reli dalam imbal hasil Treasury juga menambah penurunan dalam komoditas yang sensitif terhadap USD. Dolar AS yang lebih kuat membuat minyak dalam denominasi Dolar lebih mahal bagi pembeli dalam mata uang asing dan sebaliknya.
Harga WTI juga tetap dirusak oleh peningkatan tak terduga yang terlihat di stok minyak mentah AS, sebagaimana tercermin dalam laporan terbaru American Petroleum Institute (API) yang dirilis akhir Selasa. Data menunjukkan AS melaporkan kejutan 5,3 juta barel kenaikan stok minyak mentah dalam seminggu hingga 23 Maret, menjadi 430,6 juta barel.
Selanjutnya, pasar menunggu data inventaris resmi AS yang akan diterbitkan oleh Administrasi Informasi Energi (EIA) untuk arah baru. Sementara itu, para pedagang mencerna komentar terbaru dari Menteri Energi Irak dan Saudi.
Segi teknis WTI
Di $ 64,52, resistensi berada di $ 65 (angka bulat), $ 65,45 (DMA 5) dan $ 65,74 (tertinggi 22 Maret). Pada sisi sebaliknya, support berada di $ 64,38 (terendah harian), $ 64 (support utama) dan $ 63,58 (terendah 21 Maret).