PMI Manufaktur S&P Global Indonesia untuk Mei 2026 Naik ke 50,0 dari 49,1 di April
Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Manufaktur S&P Global Indonesia untuk bulan Mei 2026 naik ke 50,0 dari 49,1 pada bulan sebelumnya. Angkanya lebih tinggi dari prakiraan 49,5. Dengan demikian, indikator ini tepat ke level yang memisahkan antara kontraksi dan ekspansi.
Usamah Bhatti, Ekonom di S&P Global Market Intelligence, mengatakan, "Perekonomian manufaktur Indonesia tetap berada di bawah tekanan selama bulan Mei, karena produksi terhambat oleh kenaikan harga bahan baku dan ketersediaan input yang terbatas. Meskipun perusahaan-perusahaan mencatat peningkatan penjualan yang lebih kuat, hal ini sering kali mencerminkan upaya klien untuk membangun stok di tengah gangguan harga dan pasokan. Selain itu, peningkatan permintaan tampaknya sebagian besar terbatas pada pasar domestik karena penjualan ekspor turun pada tingkat paling tajam dalam hampir lima tahun."
Ekonom tersebut lebih lanjut menjelaskan bahwa, "Inflasi biaya meningkat tajam di pertengahan kuartal kedua dan merupakan yang paling tajam sejak rekor seri yang ditetapkan pada September 2013. Hal ini mendorong perusahaan-perusahaan untuk menaikkan harga jual dengan laju tercepat selama lebih dari 12 setengah tahun."
Reaksi Pasar
IHSG belum menunjukkan reaksi terhadap data karena pasar masih ditutup dan akan dibuka dalam beberapa waktu ke depan.
Indikator Ekonomi
PMI Manufaktur S&P Global
Indeks Manajer Pembelian (PMI) yang dirilis oleh S&P Global menangkap kondisi bisnis di sektor manufaktur. PMI manufaktur merupakan indikator penting dari kondisi bisnis dan kondisi perekonomian secara keseluruhan di Indonesia. Hasil di atas 50 merupakan sinyal bullish bagi Rupiah, sedangkan hasil di bawah 50 dianggap bearish.
Baca lebih lanjutRilis terakhir: Sel Jun 02, 2026 00.30
Frekuensi: Bulanan
Aktual: 50
Konsensus: -
Sebelumnya: 49.1
Sumber: S&P Global