Harga Emas India Hari ini: Emas Naik, Menurut Data FXStreet

Harga Emas naik di India pada hari Rabu, menurut data yang dikompilasi oleh FXStreet.

Harga Emas berada di 11.657,22 Rupee India (INR) per gram, naik dibandingkan dengan INR 11.634,65 yang dibayarkan pada hari Selasa.

Harga Emas meningkat menjadi INR 135.967,50 per tola dari INR 135.704,30 per tola sehari sebelumnya.

Unit measure Harga Emas dalam INR
1 Gram 11.657,22
10 Grams 116.572,40
Tola 135.967,50
Troy Ounce 362.583,80

 

Intisari Penggerak Pasar Harian: Emas Menghadapi Beberapa Tekanan Penjualan Saat Rally Mendingin

  • Pemerintah AS telah memasuki minggu keempat penutupan saat Senat pada hari Senin gagal untuk ke-11 kalinya dalam memajukan langkah yang disetujui oleh DPR untuk mendanai pemerintah dan mengakhiri penutupan yang sedang berlangsung. Suara 50-43 jatuh sebagian besar berdasarkan garis partai.

  • Presiden AS Donald Trump minggu lalu mengancam tarif baru 100% terhadap Tiongkok. Ia melunakkan sikapnya selama akhir pekan, mengatakan bahwa tarif tinggi terhadap Tiongkok tidak berkelanjutan dan menyatakan kesediaan untuk hubungan yang lebih baik dengan Tiongkok.

  • Trump pada Rabu malam memprediksi pertemuan mendatang dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping akan menghasilkan "kesepakatan baik" dalam perdagangan. Namun, ia juga mengakui bahwa pembicaraan yang sangat dinantikan mungkin tidak terjadi.

  • Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan bertemu dengan rekan-rekannya dari Tiongkok untuk membahas de-eskalasi ketegangan perdagangan menjelang perundingan perdagangan AS-Tiongkok.

  • Trump mengatakan pada Selasa malam bahwa ia tidak ingin ada "pertemuan yang terbuang" setelah rencana untuk melakukan pembicaraan tatap muka dengan rekan Rusia-nya, Vladimir Putin, tentang perang di Ukraina ditunda, menurut BBC.

  • Para pedagang saat ini memperhitungkan kemungkinan hampir 99% bahwa bank sentral AS akan menurunkan suku bunga lagi minggu depan, diikuti dengan penurunan lain pada bulan Desember, menurut alat FedWatch CME.

FXStreet menghitung harga Emas di India dengan mengadaptasi harga internasional (USD/INR) ke mata uang lokal dan unit pengukuran. Harga diperbarui setiap hari berdasarkan tarif pasar yang diambil pada saat publikasi. Harga hanya sebagai referensi dan harga lokal dapat sedikit berbeda.

 

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

(Alat otomatisasi digunakan dalam pembuatan pos ini.)

BoJ Siap Menaikkan Suku Bunga di Kuartal 4 — Survei Reuters

Bank of Japan (BoJ) akan menaikkan suku bunga kunci pada bulan Oktober atau Desember, menurut mayoritas ekonom yang disurvei oleh Reuters. Hampir 96% ekonom memprakirakan biaya pinjaman akan meningkat setidaknya 25 basis poin (bp) pada akhir Maret
อ่านเพิ่มเติม Previous

EUR/JPY Tak Bergerak di Atas 176,00 Menjelang Pernyataan dari Pejabat ECB

EUR/JPY bergerak sedikit setelah mencatatkan kenaikan di sesi sebelumnya, diperdagangkan di sekitar 176,20 selama jam perdagangan sesi Asia pada hari Rabu. Pasangan mata uang ini stabil saat para pedagang mengambil sikap hati-hati menjelang serangkaian pidato dari para pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) minggu ini untuk petunjuk mengenai prospek kebijakan.
อ่านเพิ่มเติม Next