IHSG Melemah ke 8.227 di Awal Pekan, Pasar Berhati-hati di Tengah Eskalasi Perang Dagang dan Shutdown AS

  • IHSG turun 0,37% ke 8.227 setelah bergerak fluktuatif di rentang 8.133-8.288.
  • Sektor transportasi, energi, dan bahan baku menjadi penopang, sementara keuangan dan properti menekan indeks.
  • Sentimen global masih dibayangi oleh rencana tarif 100% AS terhadap Tiongkok dan shutdown pemerintah AS.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 30 poin ke 8.227 pada Senin setelah sempat mencatat penguatan di awal sesi. Tekanan jual pada saham berkapitalisasi besar membuat indeks kehilangan momentum positif menjelang penutupan. Dari 11 sektor utama, tiga di antaranya mencatat kenaikan paling menonjol, yakni transportasi (+2,58%), energi (+1,51%), dan bahan baku (+1,24%), sementara sektor lainnya bergerak variatif dengan kecenderungan melemah.

Sebaliknya, tekanan terbesar datang dari keuangan (-1,52%), properti (-1,48%), dan infrastruktur (-1,44%) yang menahan laju penguatan indeks.

Di papan utama, PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) melesat 27,74% ke 198, diikuti PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) dan PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) yang masing-masing melonjak 25% ke level 420 dan 270.

Sebaliknya, PT Golden Flower Tbk (POLU) tertekan 14,99% ke 25.375, PT Pakuan Tbk (UANG) turun 14,90% ke 3.540, dan PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) melemah 14,68% ke 1.250.

Pada indeks LQ45, saham AMRT naik 7,7% ke 2.090, MEDC menguat 3% ke 1.535, dan JPFA naik 2,9% ke 2.160. Adapun INKP (-3,8%), SCMA (-4,9%), dan ISAT (-6,4%) menjadi penekan utama indeks likuid tersebut.

Trump Ancam Tarif 100% untuk Impor Tiongkok, Pasar Global Bergerak Defensif di Awal Pekan

Pasar global mengawali minggu ini dengan sikap defensif setelah Presiden Donald Trump mengumumkan rencana tarif 100% untuk seluruh impor dari Tiongkok, yang menekan kinerja dolar AS dan memicu kecemasan akan gelombang baru perang dagang global. Dalam unggahan di Truth Social, Trump menuding Beijing mengambil langkah “sangat agresif” dengan memperluas kontrol ekspor atas hampir seluruh produk mereka.

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut mulai berlaku 1 November 2025, atau lebih cepat jika Tiongkok tidak mengubah sikapnya. Meski demikian, Trump kemudian melunakkan pernyataannya pada Minggu, dengan menyebut tarif tambahan mungkin tidak segera diberlakukan – pernyataan yang sempat meredakan kekhawatiran pasar.

Thu Lan Nguyen, Kepala Riset Valas dan Komoditas Commerzbank, menilai kebijakan tarif tinggi tersebut bisa menjadi bumerang bagi ekonomi AS sendiri.

“Tarif 100% memang akan menghantam ekspor Tiongkok, tetapi juga membebani importir AS yang sudah menanggung biaya tinggi akibat kebijakan sebelumnya,” ujarnya.

Nguyen menambahkan bahwa booming sektor AI sejauh ini menutupi dampak kebijakan perdagangan yang tidak menentu, namun memperingatkan bahwa ketidakpastian arah kebijakan tarif menjadi “racun terbesar” bagi iklim investasi AS.

IHSG Diprakirakan Lanjut Konsolidasi di Tengah Tekanan Global

Pergerakan IHSG hari ini mencerminkan fase konsolidasi di tengah tekanan eksternal yang meningkat, mulai dari perang dagang AS-Tiongkok hingga shutdown pemerintah AS yang memasuki minggu ketiga.

Investor diprakirakan masih akan menahan posisi sambil menanti kejelasan dari arah kebijakan The Fed dan respons Bank Indonesia, terutama terhadap dinamika global yang terus berubah cepat menjelang akhir tahun.

AUD/USD Stabil di Tengah Data Tiongkok yang Mendukung, Ketegangan Perdagangan

AUD/USD mencatat rebound yang kuat di awal minggu, naik 0,80% ke 0,6520 pada hari Senin pada saat berita ini ditulis, setelah penurunan tajam pada hari Jumat. Namun, AUD/USD stabil sejak pergerakan bullish yang mengikuti pembukaan perdagangan sesi Asia mingguan, dan menunjukkan sedikit pergerakan setelah rilis data Neraca Perdagangan Tiongkok untuk bulan September, yang mencapai CNY 645,47 miliar dibandingkan dengan CNY 732,7 miliar pada bulan sebelumnya. Dalam Dolar AS (USD), surplus perdagangan Tiongkok m
Devamını oku Previous

AUD/USD: Kemungkinan akan konsolidasi dalam kisaran 0,6465/0,6530 – UOB Group

Dolar Australia (AUD) kemungkinan akan konsolidasi dalam kisaran 0,6465/0,6530. Dalam jangka panjang, penurunan lebih lanjut pada AUD masih tampak mungkin; level berikutnya yang harus diperhatikan adalah 0,6440, catat analis Valas UOB Group, Quek Ser Leang dan Peter Chia.
Devamını oku Next