USD/IDR Sedikit Turun dari Tertinggi Sejauh ini ke 15.479 setelah Kepercayaan Konsumen Indonesia yang Optimis

  • USD/IDR merosot dari tertinggi sejauh ini 15.525 ke 15.479 setelah Kepercayaan Konsumen Indonesia yang optimis.
  • Kepercayaan Konsumen Indonesia bulan Agustus naik ke 124,4, lebih tinggi dari angka sebelumnya 123,4.
  • Ketidakpastian ukuran pemangkasan suku bunga The Fed masih membayangi, sehingga Dolar AS terombang-ambing.

Pasangan mata uang USD/IDR masih terus bergerak dalam rentang perdagangan 15.600-15.365 sejak Selasa 27 Agustus, dan mencatatkan tertinggi berjalan pada hari ini di 15.525. Pada saat berita ini ditulis, Rupiah Indonesia (IDR) sedang melemah dengan diperdagangkan di sekitar 15.479. Pasangan mata uang ini belum mampu menembus di bawah 15.365 pada hari Jumat pekan lalu mengikuti pemantulan Dolar AS setelah rilis data ketenagakerjaan AS.

Di Indonesia, rilis Kepercayaan Konsumen bulan Agustus yang dilaporkan oleh Bank Indonesia (BI) terlihat meningkat ke 124,4 dari 123,4. Hasil survei tersebutkan menunjukkan bahwa konsumen semakin optimis terhadap prospek ekonomi Indonesia, seiring dengan stabilnya kondisi perekonomian saat ini dan harapan yang lebih baik di masa depan. Meningkatnya keyakinan konsumen pada Agustus 2024 didukung oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang tetap optimis dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang menguat, seperti yang disebutkan dalam laporan BI.

Sementara itu, Greenback masih naik turun akibat meningkatnya ketidakpastian terkait ukuran pemangkasan suku bunga The Fed setelah data Nonfarm Payrolls AS menunjukkan penurunan ke 142.000, di bawah angka yang diharapkan di 160.000. Angka ini cukup lemah untuk mendukung pemangkasan suku bunga The Fed, tapi tidak cukup lemah untuk memicu kekhawatiran terhadap resesi di AS. Tidak ada indikasi yang jelas, apakah The Fed akan memangkas sebesar 25 basis poin (bp) atau 50 bp. Namun, pasar memprakirakan skenario yang paling mungkin untuk pemangkasan pada tanggal 18 September adalah sebesar 25 bp.

Indeks Dolar AS (DXY) memantul ke sisi atas dari 100,58 yang merupakan level terendah hari Jumat ke 101,26 pada perdagangan sesi Asia hari ini. Jika momentum bearish berlanjut DXY, dapat menargetkan level 100,51 kemudian level psikologis penting di 100,00, seperti yang disebutkan oleh Pablo Pablo Piovano, Penyunting FXStreet, dalam artikelnya.

 

Kepercayaan Konsumen Indonesia di Bulan Agustus Meningkat ke 124,4 versus 123,4 Sebelumnya

Survei Konsumen yang dirilis oleh Bank Indonesia pada Agustus menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yang tercatat di 124,4 dibandingkan 123,4.
Baca selengkapnya Previous

Harga Emas Berkonsolidasi di Bawah Level $2.500, Potensi Bullish Tampak Masih Ada

Harga emas (XAU/USD) mengalami perubahan dalam perdagangan harian dari sekitar puncak sepanjang masa dan turun kembali di bawah level psikologis $2.500 setelah rilis rincian ketenagakerjaan bulanan AS pada hari Jumat. Laporan pekerjaan AS yang beragam mengurangi kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin oleh Federal Reserve (The Fed), yang pada gilirannya mendorong beberapa aksi jual Dolar AS (USD) dan menekan logam mulia.
Baca selengkapnya Next