Prakiraan Harga Perak: XAG/USD Bergerak Sideways Mendekati $28,00 Menjelang Keputusan Bank Sentral
- Harga perak menguat karena perdagangan mengadopsi kehati-hatian menjelang keputusan suku bunga oleh bank sentral.
- The Fed diprakirakan tidak akan melakukan perubahan pada hari Rabu sementara BoJ dapat menaikkan suku bunga sebesar sepuluh basis poin.
- Prospek ekonomi yang mengecewakan di Tiongkok melemahkan permintaan Perak.
Harga perak (XAG/USD) tetap hangat selama 2 sesi berturut-turut, diperdagangkan di sekitar $27,80 per troy ounce selama jam-jam Asia pada hari Selasa. Para pedagang menunggu keputusan kebijakan Federal Reserve (The Fed) AS yang dijadwalkan pada hari Rabu.
Namun, penurunan dari aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti Perak dapat dibatasi karena Federal Reserve (The Fed) diprakirakan akan mulai memangkas suku bunga pada bulan September. Selain itu, tanda-tanda pendinginan inflasi dan pelonggaran kondisi pasar tenaga kerja di Amerika Serikat (AS) telah meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga sebanyak tiga kali oleh The Fed pada tahun 2024. Sementara itu, Bank of Japan (BoJ) diantisipasi akan menaikkan suku bunga sebesar sepuluh basis poin. Opini terbagi mengenai apakah Bank of England (BoE) akan mulai mengurangi biaya pinjaman.
Para pedagang mengantisipasi data-data penting AS pekan ini. Nonfarm Payrolls diprakirakan akan meningkat 175.000 pekerjaan di bulan Juli, turun dari 206.000 di bulan Juni. Tingkat Pengangguran diproyeksikan akan tetap stabil di 4,1%, menyamai level tertinggi tahun 2021. Selain itu, Pendapatan Rata-rata Per Jam diprakirakan naik 0,3% dari bulan ke bulan.
Angka PDB yang mengecewakan dan penurunan suku bunga yang tidak terduga oleh People's Bank of Tiongkok (PBOC) pekan lalu telah menambah tekanan jual lebih lanjut pada Perak. Mengingat bahwa Perak sangat penting untuk berbagai aplikasi industri, terutama di Tiongkok, pusat manufaktur terbesar di dunia, perkembangan ini telah meningkatkan kekhawatiran tentang permintaan.
Selain itu, harga safe-haven Perak menghadapi tekanan karena kekhawatiran atas ketegangan di Timur Tengah telah berkurang. Israel telah mengindikasikan bahwa responnya terhadap serangan roket Hizbullah di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel pada hari Sabtu akan terukur untuk menghindari eskalasi menjadi perang skala penuh, menurut Reuters. Sikap ini didukung oleh upaya diplomatik AS untuk membatasi respon Israel, yang bertujuan untuk mencegah serangan ke Beirut atau infrastruktur sipil utama di Lebanon.