Pound Sterling Turun Jelang PDB Pendahuluan Kuartal Kedua AS

  • Pound Sterling melemah terhadap Dolar AS hingga ke dekat 1,2880 di tengah suramnya sentimen pasar menjelang data PDB AS kuartal kedua.
  • IMP S&P Global/CIPS pendahuluan yang kuat untuk bulan Juli telah memperbaiki prospek ekonomi Inggris.
  • Para pejabat BoE ragu untuk mengotentikasi spekulasi pasar yaitu penurunan suku bunga pada bulan Agustus.

Pound Sterling (GBP) melemah ke 1,2880 terhadap Dolar AS (USD) di sesi London hari Kamis. Pasangan GBP/USD turun karena sentimen pasar yang buruk menjelang data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal kedua Amerika Serikat (AS), yang akan dipublikasikan pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB).

S&P 500 futures membukukan beberapa kenaikan pada jam-jam perdagangan Eropa, namun tampaknya ini merupakan sedikit pullback setelah turun 2,31% pada hari Rabu. Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, menunjukkan kinerja lesu di sekitar 104,30.

PDB AS pada kuartal kedua diestimasi tumbuh 2% dari rilis sebelumnya 1,4% pada basis tahunan. Tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi diprakirakan disebabkan oleh belanja konsumen yang kuat. Menurut konsensus, Indeks Harga PDB pendahuluan diprakirakan akan melambat ke 2,6% dari sebelumnya 3,1%, yang akan memberikan kelegaan bagi para pengambil kebijakan Federal Reserve (The Fed) dan memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga pada bulan September.

Ke depan, pemicu utama Dolar AS adalah data Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi/Personal Consumption Expenditures (PCE) untuk bulan Juni, yang akan dipublikasikan pada hari Jumat. Inflasi PCE inti, yang merupakan pengukur inflasi yang disukai The Fed, diprakirakan melambat ke 2,5% dari angka di bulan Mei 2,6%, dengan angka bulanan terus tumbuh 0,1%.

Intisari Penggerak Pasar Harian: Pound Sterling Turun karena Kuatnya Prospek Penurunan Suku Bunga BoE

  • Pound Sterling menunjukkan kinerja yang buruk terhadap mata uang-mata uang utama lainnya, kecuali Dolar Australia (AUD) dan Dolar Selandia Baru (NZD), pada hari Kamis. Mata uang Inggris telah menghadapi tekanan yang signifikan karena para ahli pasar melihat Bank of England (BoE) beralih ke normalisasi kebijakan pada bulan Agustus.
  • Jajak pendapat Reuters yang dilakukan pada 18-24 Juli menunjukkan bahwa lebih dari 80% ekonom mengatakan BoE akan menurunkan suku bunga pinjaman utamanya sebesar 25 basis poin (bp) menjadi 5% pada pertemuan bulan Agustus. Namun, prediksi penurunan suku bunga pada jajak pendapat bulan Juni lebih tinggi, dengan 97% responden mendukung penurunan suku bunga. Bertentangan dengan jajak pendapat Reuters, para pelaku pasar hanya menilai peluang 45% penurunan suku bunga pada bulan Agustus.
  • Tidak adanya dukungan dari para pejabat BoE terhadap penurunan suku bunga tampaknya membatasi spekulasi pasar. Inflasi tahunan Inggris telah kembali ke tingkat yang diinginkan bank sentral yaitu 2%. Namun, para pengambil kebijakan ragu untuk membuktikan ekspektasi penurunan suku bunga di tengah kekhawatiran bahwa pertumbuhan upah akan terus berlanjut, sehingga memicu tekanan inflasi di sektor jasa.
  • Dari segi data ekonomi, laporan S&P Global/CIPS Inggris pendahuluan yang optimis untuk bulan Juli telah mengindikasikan awal kuartal ketiga yang baik. IMP Komposit lebih tinggi yaitu 52,7 dibandingkan estimasi 52,6 dan rilis sebelumnya 52,3 karena peningkatan aktivitas di sektor manufaktur dan jasa. IMP Manufaktur dan Jasa masing-masing naik ke 51,8 dan 52,4, mengungguli rilis sebelumnya.

Analisis Teknis: Pound Sterling Tergelincir di Bawah 1,2900

GBPUSD
Pound Sterling tergelincir di bawah support penting 1,2900 terhadap Dolar AS. Pasangan GBP/USD diperdagangkan dalam formasi Saluran Menanjak pada grafik harian, di mana setiap pullback dianggap sebagai peluang beli oleh para pelaku pasar. Cable mempertahankan Exponential Moving Average (EMA) 20-hari yang penting, yang berada di sekitar 1,2866.

Relative Strength Index (RSI) 14-hari kembali dalam kisaran 40,00-60,00, mengindikasikan momentum bullish telah memudar. Namun, bias bullish masih tetap ada.

Untuk sisi atas, tertinggi dua tahun di dekat 1,3140 akan menjadi zona resistance utama bagi Cable.

Hayashi, Jepang: Mengamati Pergerakan FX dengan Seksama

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshimasa Hayashi mengatakan pada hari Kamis bahwa ia "mengamati pergerakan FX dengan seksama."
Leia mais Previous

Indeks Dolar AS Konsolidasi Dekat 104,30 dengan Fokusnya pada PDB Kuartal Kedua AS, Inflasi PCE Inti

Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan dalam kisaran ketat di dekat 104,30 di sesi Eropa hari ini. Dolar AS (USD) tetap tenang karena para investor menunggu data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal kedua Amerika Serikat (AS), yang akan dipublikasikan pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB). Data PDB akan mengindikasikan status kesehatan perekonomian saat ini.
Leia mais Next