Pembeli Harga Emas Pertahankan Kendali meskipun Ada Penguatan USD dan Lingkungan yang Risk-On

  • Harga emas tetap mendekati level tertinggi hampir dua bulan yang ditetapkan pada hari Senin di tengah meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga The Fed.
  • Para investor tampaknya yakin bahwa The Fed akan memulai siklus pemangkasan suku bunga pada pertemuan September.
  • Sentimen risk-on, bersama dengan kekuatan Dolar AS yang moderat, mungkin membatasi kenaikan XAU/USD.

Harga emas (XAU/USD) menarik beberapa pembeli yang membeli saat turun selama sesi Asia pada hari Selasa dan untuk saat ini, tampaknya telah menghentikan pullback pada hari sebelumnya dari area $2.430, atau level tertingginya sejak 20 Mei. Komentar semalam dari Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell menegaskan kembali ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS akan mulai memangkas suku bunga paling cepat pada bulan September. Hal ini membuat imbal hasil obligasi Treasury AS tertekan dan dipandang sebagai faktor kunci yang bertindak sebagai pendorong bagi logam mulia ini.

Sementara itu, upaya pembunuhan yang gagal terhadap kandidat utama Partai Republik Donald Trump meningkatkan peluangnya untuk memenangkan pemilihan presiden 2024 dan meningkatkan harapan akan lingkungan peraturan yang lebih longgar. Hal ini semakin meningkatkan minat para investor terhadap aset-aset lebih berisiko dan mungkin akan membatasi pergerakan kenaikan yang berarti untuk harga emas safe haven. Selain itu, asumsi bahwa kebijakan Trump akan menambah utang pemerintah dan inflasi menguntungkan Dolar AS (USD), yang juga dapat berkontribusi untuk membatasi kenaikan XAU/USD.

Intisari Penggerak Pasar Harian: Harga Emas terus Mendapat Dukungan dari Ekspektasi The Fed yang Dovish

  • Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pada hari Senin bahwa data inflasi baru-baru ini telah menambah keyakinan bahwa kenaikan harga akan kembali ke target secara berkelanjutan.
  • Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan minggu lalu bahwa IHK utama turun di bulan Juni untuk pertama kalinya dalam lebih dari empat tahun terakhir, dan tingkat tahunan melambat menjadi 3% dari 3,3% di bulan Mei.
  • Powell menambahkan bahwa The Fed tidak akan menunggu hingga inflasi mencapai 2% sebelum bertindak, menunjukkan bahwa penurunan suku bunga mungkin tidak akan lama lagi dan memberikan dukungan pada harga Emas.
  • Prakiraan pasar saat ini mengindikasikan peluang yang lebih besar bahwa The Fed akan menurunkan biaya pinjaman di bulan September dan kemungkinan penurunan suku bunga lagi di akhir tahun ini.
  • Sementara itu, Dolar AS mendapatkan traksi positif dan menjauh dari level terendah lebih dari tiga bulan yang disentuh pada hari Senin, yang dapat membatasi kenaikan lebih lanjut untuk komoditas ini.
  • Selain itu, kelanjutan rally risk-on di pasar ekuitas global akan berkontribusi untuk menjaga safe-haven XAU/USD menjelang data Penjualan Ritel AS.
  • Menurut estimasi konsensus, penjualan utama diprakirakan akan tetap datar di bulan Mei, sementara penjualan yang tidak termasuk mobil diprakirakan akan naik 0,1% selama bulan yang dilaporkan.

Analisis Teknis: Harga Emas Tampaknya Siap untuk Menguji Ulang Puncak Sepanjang Masa, Mendekati $2.450 yang Disentuh pada Bulan Mei

Dari perspektif teknis, penembusan minggu lalu melalui zona pasokan $2.390-2.388 dan kekuatan yang berkelanjutan di atas level $2.400 mendukung para pedagang bullish. Selain itu, osilator pada grafik harian bertahan di wilayah positif dan masih jauh dari zona jenuh beli, menunjukkan bahwa jalur dengan resistance terkecil untuk harga Emas adalah naik. Oleh karena itu, kekuatan berikutnya untuk menantang puncak sepanjang masa, di sekitar area $2.450 yang disentuh pada bulan Mei, terlihat seperti kemungkinan yang berbeda. Beberapa aksi beli lanjutan akan dilihat sebagai pemicu baru bagi para pedagang bullish dan membuka jalan bagi perpanjangan tren naik yang telah disaksikan selama sekitar tiga minggu terakhir.

Di sisi lain, penurunan di bawah angka bulat $2.400 saat ini dapat dilihat sebagai peluang pembelian dan tetap terbatas di dekat titik resistance $2.390-2.388. Namun, beberapa aksi jual lanjutan dapat menyeret harga Emas ke area $2.358 dengan beberapa support perantara di dekat area $2.372-2.371. Penurunan selanjutnya dapat mengekspos support Simple Moving Average (SMA) 50-hari, yang saat ini dipatok di dekat area $2.350.

Dolar Australia Lanjutkan Pelemahan karena Meningkatnya Penghindaran Risiko

Dolar Australia (AUD) terus menurun untuk sesi kedua berturut-turut pada hari Selasa. Pasangan mata uang AUD/USD melemah karena pemulihan moderat Dolar AS (USD), yang dapat dikaitkan dengan meningkatnya penghindaran risiko setelah percobaan pembunuhan mantan Presiden AS Donald Trump pada hari Sabtu. Para investor juga menantikan data Penjualan Ritel AS bulan Juni, yang akan dirilis hari ini, untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut.
আরও পড়ুন Previous

USD/INR Lanjutkan Kenaikan karena Permintaan Dolar AS, Data Penjualan Ritel AS Membayangi

Rupee India (INR) melanjutkan pelemahannya di hari Selasa karena Dolar AS (USD) menguat secara keseluruhan. Pelemahan Yuan Tiongkok setelah pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dari prakiraan di Tiongkok untuk kuartal kedua dapat membebani mata uang Asia, termasuk INR. Meskipun demikian, arus masuk dana asing India yang signifikan dan meningkatnya peluang penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) AS di bulan September dapat membatasi kerugian dalam mata uang lokal. Selain itu, penurunan harga minyak
আরও পড়ুন Next