Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Bulan Juni Turun ke USD2,39 Miliar dari $2,93 Miliar Sebelumnya

Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia telah merilis data Neraca Perdagangan untuk bulan Juni, yang mencatatkan penurunan surplus ke $2,39 Miliar dibandingkan dengan angka sebelumnya di $2,93 Miliar dan di bawah prakiraan di $2,98 Miliar.

Nilai ekspor Indonesia bulan Juni mencapai $20,84 Miliar, naik 1,17% dibandingkan pertumbunhan impor di bulan Mei 2024 yang tercatat di tingkat 2,86%. Tingkat di bulan Juni ini lebih lemah dari konsensus yang mengharapkan peningkatan ke 5,13%

Nilai impor Indonesia bulan Juni mencapai $18,45 Miliar atau naik 7,58% dibanding angka ekspor di bulan Mei 2024. Pasar mengharapkan peningkatan sebesar 5,50%, tingkat sebelumnya terlihat di -8,83%.

Sementara pada kesempatan lain, Menteri Perdagangan Indonesia, Zulkifli Hasan menyebutkan bahwa ekspor Indonesia menghadapi tantangan akibat diberlakukannya Regulation on Deforestation Free Products (EUDR) dari Uni Eropa. Peraturan tersebut merupakan bagian dari rencana aksi yang lebih luas untuk mengatasi deforestasi dan degradasi hutan. Komoditas yang terdampak oleh undang-undang tersebut di antaranya adalah ternak, kayu, kakao, kedelai, minyak sawit, kopi, karet, dan beberapa produk turunannya, seperti kulit, cokelat, ban, atau furnitur.

Menurut Zulkifli Hasan, Kementerian Perdagangan optimis untuk memanfaatkan peluang akibat EUDR yang berdampak pada ekspor hasil pertanian Indonesia tersebut, ia mengatakan akan memanfaatkan peluang dengan strategi yang tepat untuk memperluas pasar ke ASEAN, Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin. Ia juga memastikan tren surplus perdagangan tetap bisa dipertahankan, seperti yang dilansir dari detikfinance.

Reaksi Pasar terhadap Data Neraca Perdagangan Indonesia

Rupiah tertekan, dengan USD/IDR sedang diperdagangkan di 16.185 setelah rilis data tersebut, atau naik sebesar 0,45% dari penutupan pada hari Jumat lalu.

Indikator Ekonomi

Neraca Perdagangan

Neraca Perdagangan yang dirilis oleh Statistik Indonesia adalah keseimbangan antara ekspor dan impor barang dan jasa secara keseluruhan. Nilai yang positif menunjukkan surplus perdagangan, sedangkan nilai negatif menunjukkan defisit perdagangan. Jika permintaan dalam pertukaran untuk ekspor Indonesia yang stabil terlihat, Rupiah akan menerima efek positif (atau bullish), sebaliknya akan memiliki efek negatif (atau bearish).

Baca lebih lanjut

Rilis terakhir: Rab Jun 19, 2024 04:00 (11:00 WIB)

Frekuensi: Bulanan

Aktual: $2,93 Miliar

Konsensus: $2,74 Miliar

Sebelumnya: $3,56 Miliar

Sumber: Badan Pusat Statistik Indonesia

 

Trade Balance Indonesia Juni Keluar Sebesar $2.39B Di Bawah Perkiraan $2.98B

Trade Balance Indonesia Juni Keluar Sebesar $2.39B Di Bawah Perkiraan $2.98B
了解更多 Previous

Yen Jepang Turun Tipis karena Dolar AS Menguat Akibat Percobaan Pembunuhan Trump

Yen Jepang (JPY) melemah pada hari Senin karena Dolar AS (USD) menguat di tengah meningkatnya penghindaran risiko yang dipicu oleh percobaan pembunuhan mantan Presiden AS Donald Trump pada hari Sabtu. Para analis berspekulasi bahwa jika peristiwa ini meningkatkan peluang Trump dalam pemilu mendatang, maka hal ini dapat mendorong 'perdagangan kemenangan Trump', yang berpotensi memperkuat Dolar AS dan memperuncing kurva imbal hasil obligasi AS, demikian menurut laporan Reuters.
了解更多 Next