USD/IDR Memantul dari Terendah, Rupiah Berada 16.290 setelah Peningkatan Penjualan Ritel Indonesia Bulan Mei

  • USD/IDR terlihat menjauhi level terendah kemarin di 16.245 dengan bergerak di 16.302.
  • Penjualan Ritel Indonesia untuk bulan Mei naik ke 2,1%, setelah berkontraksi ke 2,7% di bulan April.
  • Kesaksian Ketua The Fed akan dicermati malam ini, Powell mungkin mengakui adanya pelemahan di pasar tenaga kerja.

Pasangan mata uang USD/IDR memantul ke 16.302 di sisi atas  dari level support di sekitar 16.250 dan terendah kemarin di 16.245, mengikuti pergerakan DXY yang juga memantul dari level terendah kemarin di 104,80.  

Bank Indonesia (BI) telah merilis data Penjualan Ritel Indonesia untuk bulan Mei yang tercatat tumbuh di 2,1%, lebih tinggi dari -2,7% yang terlihat pada bulan April. Secara bulanan, penjualan ritel tercatat di tingkat 3,5%, di atas bulan sebelumnya yang tercatat di 0,4%. Peningkatan tersebut didorong oleh Subkelompok Sandang, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Suku Cadang dan Aksesori. 

BI meyakini Penjualan Ritel untuk bulan Juni 2024 akan meningkat, baik secara bulanan maupun tahunan yang tercatat dalam peningkatan Indeks Penjualan Riil (IPR) bulan Juni sebesar 232,8. Menurut BI, tekanan inflasi 3 bulan yang akan datang pada Agustus 2024 diprakirakan menurun, sementara inflasi 6 bulan yang akan datang pada November 2024 diprakirakan meningkat. 

Sementara, Dolar AS yang diukur oleh Indeks Dolar AS (DXY) sedang melakukan koreksi di 105,03 setelah memantul dari level terendah kemarin di 104,80. USD masih tertekan akibat data ketenagakerjaan AS yang menunjukkan pelemahan sehingga mendorong spekulasi di pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunga lebih cepat daripada yang diprakirakan.

Hal tersebut ditunjukkan oleh Alat CME FedWatch yang mencatatkan bahwa peluang penurunan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin di bulan September telah meningkat ke 73,6% dibandingkan peluang sebelumnya di 72,2% yang tercatat pada 5 Juli dan lebih tinggi dari minggu sebelumnya di 59,8% (1 Juli).

Para pedagang akan mencermati kesaksian Ketua The Fed, Jerome Powell malam ini pada pukul 14:00 GMT (21:00 WIB) di hadapan Kongres untuk memberikan tinjauan luas mengenai ekonomi dan kebijakan moneter. Menurut Analis Senior FXStreet, Yohay Elam, Powell akan menyerukan lebih banyak kesabaran sebelum memangkas suku bunga, ia mungkin mengakui adanya pelemahan di pasar tenaga kerja. Jika Powell optimis dengan menentang tekanan, pasar akan bersorak, sementara janji untuk memerangi inflasi sampai ke akar-akarnya akan menimbulkan ketakutan.
 

USD/INR Diperdagangkan dengan Kenaikan Tipis, Semua Mata Tertuju pada Kesaksian The Fed Powell

Rupee India (INR) melemah pada hari Selasa di tengah pemulihan Greenback. Mata uang lokal kehilangan daya tarik karena kekhawatiran terhadap badai tropis Beryl yang mengganggu pasokan minyak AS membebani sentimen. Namun, meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga pada bulan September oleh Federal Reserve (The Fed) AS setelah data ketenagakerjaan AS pada hari Jumat mengisyaratkan pasar tenaga kerja AS yang mendingin, yang dapat melemahkan Dolar AS (USD).
Mehr darüber lesen Previous

Yen Jepang Terdepresiasi karena Pembelian Aset Luar Negeri Melalui Program NISA

Yen Jepang (JPY) melanjutkan penurunannya untuk 2 sesi berturut-turut pada hari Selasa. Kenaikan kecil dalam Dolar AS (USD) mendukung pasangan USD/JPY. Namun, JPY dapat membatasi penurunannya karena kekhawatiran intervensi oleh otoritas Jepang di pasar FX.
Mehr darüber lesen Next