USD/KRW Naik ke 1376,1 Setelah Rilis Data Produksi Industri Korea Selatan yang Lemah

  • USD/KRW naik ke 1376,1 setelah rilis data Produksi Industri Korea Selatan yang lemah.
  • Produksi Industri (MoM) untuk bulan Maret turun ke 3,2%, data tahunan anjlok 0,7% dari 4,6%.
  • Keputusan suku bunga dan Konferensi Pers The Fed akan menyedot perhatian sebelum rilis data NFP AS.

USD/KRW diperdagangkan dalam kisaran terbatas antara 1378,3 dan 1364,8. Pada saat berita ini ditulis, pasangan mata uang tersebut berada di level 1376,1 atau menguat sebesar 0,27%, setelah rilis data Produksi Industri Korea Selatan yang suram. Kondisi politik yang tidak menentu di dalam negeri juga dapat menekan Won Korea lebih jauh.

Badan Statistik Korea Selatan tadi pagi waktu Asia, melaporkan Produksi Industri bulanan untuk bulan Maret turun ke 3,2% setelah kenaikan sebesar 2,9% (direvisi dari 3,1%) pada bulan sebelumnya. Data tahunan tercatat anjlok 0,7% dari 4,6% (direvisi dari 4,8%). Sementara itu, Penjualan Ritel meningkat ke 1,6% dari penurunan 3,0% (direvisi dari 3,1%).

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol melakukan pertemuan dengan pemimpin oposisi Lee Jae-myung kemarin, setelah Partai Kekuatan Rakyat (PPP) yang dipimpin Presiden Yoon kalah telak pada pemilihan umum 10 April lalu. Pihak oposisi maupun PPP mendesak Yoon untuk mengubah haluan dalam kepemimpinannya, Yoon diminta memenuhi janjinya untuk memotong pajak, meringankan peraturan bisnis dan memperluas dukungan keluarga di masyarakat serta menyelesaikan masalah reformasi layanan kesehatan.

Sementara di Amerika Serikat, pasar global akan memantau keputusan suku bunga The Fed dan data NFP yang sangat penting. Data lapangan pekerjaan ini diharapkan akan menawarkan petunjuk baru terkait jalur penurunan suku bunga The Fed. Komentar-komentar dari Ketua The Fed Powell dalam konferensi pers yang akan dilangsungkan setelah pengumuman suku bunga pada hari Rabu akan dicermati, beberapa analis mengharapkan Powell akan menyampaikan pesan hawkish namun dengan sikap hati-hati.

Level-Level Teknis USD/KRW

Tinjauan
Harga terakhir hari ini 1377.98
Perubahan harian hari ini 2.54
Perubahan harian hari ini % 0.18
Pembukaan harian hari ini 1375.44
 
Tren
SMA 20 Harian 1369.55
SMA 50 Harian 1347.88
SMA 100 Harian 1333.8
SMA 200 Harian 1329.27
 
Level
Tertinggi Harian Sebelumnya 1384.55
Terendah Harian Sebelumnya 1371.54
Tertinggi Mingguan Sebelumnya 1383.35
Terendah Mingguan Sebelumnya 1363.02
Tertinggi Bulanan Sebelumnya 1353.31
Terendah Bulanan Sebelumnya 1306.53
Fibonacci Harian 38,2% 1376.51
Fibonacci Harian 61,8% 1379.58
Pivot Point Harian S1 1369.8
Pivot Point Harian S2 1364.16
Pivot Point Harian S3 1356.79
Pivot Point Harian R1 1382.82
Pivot Point Harian R2 1390.19
Pivot Point Harian R3 1395.83

 

 

USD/INR Melanjutkan Reli Menjelang Keputusan Suku Bunga The Fed

Rupee India (INR) melanjutkan penurunannya di hari Selasa di tengah permintaan Dolar AS (USD) dari para importir di akhir bulan. Pada hari Senin, Rupee India melemah ke penurunan terburuknya dalam perdagangan harian selama lebih dari dua pekan terakhir karena pelemahan mata uang utama Asia memberi tekanan jual pada mata uang lokal. Namun, keyakinan dan optimisme yang berkelanjutan pada stabilitas ekonomi India terus mendukung ekuitas India, dan hal ini dapat mengangkat INR dalam waktu dekat.
Devamını oku Previous

Dolar Australia Melemah setelah Penjualan Ritel yang Lebih Lemah di Tengah Kenaikan Dolar AS

Dolar Australia (AUD) memperpanjang koreksi penurunannya setelah rilis data Penjualan Ritel domestik yang lebih rendah dari ekspektasi pada hari Selasa. Penjualan Ritel adalah indikator utama utama yang berkorelasi langsung dengan inflasi dan prospek pertumbuhan, yang berpotensi mempengaruhi sikap hawkish Reserve Bank of Australia (RBA) terhadap lintasan suku bunga.
Devamını oku Next