Tak Ada Ampun, Kurs Rupiah Terus Tergerus, USD/IDR Lanjut Naik ke 15.950, Pantau Serangkaian Pidato The Fed

  • USD/IDR bergerak melampaui resistance di 15.930 dan melanjutkan ke 15.950.
  • Inflasi Indonesia terus meningkat, angka tahunan tercatat naik ke 3,05%, yang tertinggi dalam tujuh bulan.
  • Para pedagang akan memantau pernyataan dari sejumlah para pejabat The Fed malam ini.

Pagi ini, USD/IDR dibuka di 15.939, dan sedikit naik ke 15.950. Pasangan mata uang melesat melampaui level resistance 15.930, kemudian mencapai 15.692 pada perdagangan semalam setelah Dolar AS menguat karena mendapatkan dukungan dari data IMP dan Indeks Pesanan Baru AS yang kuat. 

Belum ada dorongan yang signifikan bagi Rupiah Indonesia (IDR) untuk mengekang kekuatan Dolar AS (USD), walaupun data Indeks Manajer Pembelian (IMP) Manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global kemarin menunjukkan peningkatan. Angka IMP Indonesia di bulan Maret 2024 naik ke 54,2 dari 52,7 di bulan sebelumnya.

Sementara, Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia telah melaporkan bahwa data inflasi tahunan meningkat ke 3,05%, di atas prakiraan dan estimasi, yang masing-masing tercatat di 2,91% dan 2,75%. Inflasi bulanan naik ke 0,52% dari 0,37% pada bulan sebelumnya dengan estimasi kenaikan di 0,39%. Tingkat inflasi inti juga meningkat ke 1,77% dari angka sebelumnya di 1,68%, dan estimasi 1,7%.

Salah satu faktor meningkatnya tingkat inflasi Indonesia tersebut, karena naiknya harga bahan pangan di tengah siklus musiman terkait puasa Ramadhan dan menjelang perayaan Idul Fitri. Walaupun peningkatan inflasi tersebut masih di dalam kisaran Bank Indonesia (BI) dalam rentang 1,5%-3,5%, namun daya beli yang menurun akibat tingginya inflasi menyebabkan Rupiah semakin melemah terhadap Dolar AS.

Untuk data-data di Amerika Serikat, IMP Manufaktur Institute of Supply Management (ISM) AS untuk bulan Maret naik ke 50,3, lebih kuat dari ekspektasi 48,4 dan sebelumnya 47,8. Indeks Pesanan Baru melonjak ke 51,4 dari 49,2 di bulan Februari. Data-data tersebut menunjukkan setelah dirilis tadi malam di sesi perdagangan AS.

Dolar AS (USD) melonjak semalam, setelah rilis data-data yang optimis tersebut, dengan Indeks Dolar AS (DXY) saat ini bergerak di sekitar level 105. Kenaikan angka IMP AS tersebut tercatat sebagai yang terkuat untuk pertama kalinya setelah mengalami kontraksi selama 15 bulan berturut-turut. 

Nanti malam sejumlah data AS akan menarik perhatian. Lowongan Pekerjaan JOLTS dan Pesanan Pabrik akan dirilis pukul 14:00 GMT (21:00 WIB). Dilanjutkan dengan beberapa rangkaian pidato dari para pejabat The Fed, diantaranya; Michelle W. Bowman, Loretta J. Mester, John C. Williams dan Mary Daly, yang diharapkan akan memberikan pernyataan terkait data-data terbaru dan isyarat terhadap pemangkasan suku bunga The Fed. 

Analisis Teknis USD/IDR: Hampir Mencapai Level 16.000

Pasangan USD/IDR telah melampaui level resistance di 15.930 dan tampaknya berusaha melanjutkan kenaikannya untuk mencapai tertinggi 23 Oktober di 15.991. Level resistance selanjutnya terletak di angka psikologis 16.000.

Kegagalan untuk melanjutkan kenaikan akan membuat pasangan mata uang ini berbalik arah dan berpeluang menguji level 15.930, yang mungkin akan berubah sebagai support sebelum melanjutkan penurunan ke 15.850.

Grafik Harian USD/IDR

Level-Level Teknis USD/IDR

Tinjauan
Harga terakhir hari ini 15944.2
Perubahan harian hari ini -11.8000
Perubahan harian hari ini % -0.07
Pembukaan harian hari ini 15956
 
Tren
SMA 20 Harian 15716.4675
SMA 50 Harian 15699.496
SMA 100 Harian 15605.0895
SMA 200 Harian 15493.3728
 
Level
Tertinggi Harian Sebelumnya 15959
Terendah Harian Sebelumnya 15855
Tertinggi Mingguan Sebelumnya 15934.8
Terendah Mingguan Sebelumnya 15757
Tertinggi Bulanan Sebelumnya 15934.8
Terendah Bulanan Sebelumnya 15396.05
Fibonacci Harian 38,2% 15919.272
Fibonacci Harian 61,8% 15894.728
Pivot Point Harian S1 15887.6667
Pivot Point Harian S2 15819.3333
Pivot Point Harian S3 15783.6667
Pivot Point Harian R1 15991.6667
Pivot Point Harian R2 16027.3333
Pivot Point Harian R3 16095.6667

 


 

Risalah Rapat RBA: Bank Tidak Mempertimbangkan Kenaikan Suku Bunga

Reserve Bank of Australia (RBA) menerbitkan risalah rapat kebijakan moneter bulan Maret pada hari Selasa, menyoroti bahwa para anggota dewan tidak mempertimbangkan opsi kenaikan suku bunga. Perincian tambahan dari Risalah Rapat RBA menunjukkan bahwa sulit untuk mengesampingkan atau mengesampingkan perubahan suku bunga di masa depan.
Devamını oku Previous

PBoC Tetapkan Kurs Tengah USD/CNY pada 7,0957 versus 7,0938 Sebelumnya

People's Bank of China (PBoC) menetapkan kurs tengah USD/CNY untuk sesi perdagangan hari Selasa di 7,0957 dibandingkan dengan penetapan hari sebelumnya di 7,0938 dan 7,2433 estimasi Reuters.
Devamını oku Next