USD/IDR Anjlok, Rupiah Terangkat Hingga ke 15.659, Cermati Testimoni Kedua dari Powell dan NFP AS

  • Rupiah terangkat hingga ke 15.659 karena Dolar AS anjlok setelah rilis data pasar tenaga kerja dan testimoni Ketua The Fed Powell.
  • Pergerakan selanjutnya akan dipengaruhi oleh testimoni yang kedua dari Ketua The Fed Powell hari ini dan data NFP besok.
  • USD/IDR berpotensi menyentuh level support di 15.655 yang jika tertembus akan berpeluang merosot ke 15.630. 

Dolar AS (USD) yang melemah setelah rilis data terkait pasar tenaga kerja dan kesaksian Ketua The Fed Jeremy Powell kemarin, membuat Rupiah (IDR) terangkat pagi ini hingga ke level 15.659. Pada saat berita ini ditulis, nilai tukar Rupiah berkisar di 15.669 per Dolar AS. Tadi malam, USD/IDR anjlok sehingga pergerakan naik dari pekan sebelumnya terhenti. 

Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur Greenback terhadap sekeranjang mata uang lainnya, merosot lebih rendah ke 103,27 karena data ADP dan JOLTS menunjukkan pasar kerja yang lebih ketat, yang menjadi salah satu kriteria yang harus dipertimbangkan oleh Federal Reserve AS sebelum mulai melakukan pemangkasan suku bunganya. Automatic Data Processing (ADP) telah merilis angka Pekerjaan Swasta yang naik mencapai 140.000, lebih lemah dari prakiraan di 150.000. Jumlah sebelumnya direvisi naik dari 107.000 ke 110.000. Data Lowongan Pekerjaan JOLTS untuk bulan Januari lebih lemah dari prakiraan, ke 8,863 juta dari 9,026 juta. 

Dalam kesaksian Ketua The Fed Powell di hadapan kongres di sesi tanya jawab kemarin, dia mengatakan bahwa penurunan suku bunga akan tergantung pada jalur perekonomian dan akan melihat lebih banyak data agar bisa lebih percaya diri. Kemudian, Powell juga mengungkapkan bahwa mungkin akan tepat untuk mulai menghentikan pembatasan kebijakan pada tahun ini. Meningkatnya peluang penurunan suku bunga oleh The Fed pada bulan Juni menekan Dolar AS lebih jauh.

CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin (bp) di bulan Mei sebesar 16,8% dan di bulan Juni sebesar 58,1%, sementara di bulan Maret, tercatat 95% yang memprakirakan tidak akan terjadi pemangkasan.

Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan dan Neraca Perdagangan AS akan dirilis pada hari ini. Kemudian pada pukul 15:00 GMT/22:00 WIB, Ketua The Fed Powell akan memberikan testimoni untuk hari kedua. Komentar-komentar Powell dalam acara tersebut akan memberikan isyarat lebih lanjut bagi para pedagang. Perhatian selanjutnya akan beralih ke data Nonfarm Payrolls AS pada hari Jumat, yang diproyeksikan akan mencetak 200.000 lapangan pekerjaan pada bulan Februari, meningkat dari angka sebelumnya yang tercatat di 353.000. 

Pada pukul 10:00 WIB hari ini, Bank Indonesia (BI) akan merilis laporan Cadangan Devisa. Angka sebelumnya untuk bulan Januari 2024 mencatatkan penurunan ke USD 145,1 Miliar. BI tetap optimis pada angka Cadangan Devisa di Indonesia, dan memandang bahwa selama beberapa bulan mendatang jumlahnya akan tetap melimpah. Cadangan Devisa yang positif akan membantu menstabilkan kurs Rupiah.

Analisa USD/IDR

Dalam grafik harian, USD/IDR telah membentuk candlestick raksasa berwarna merah. Kemarin, harga pasangan mata uang ini telah ambruk ke terendah 15.694 dari level pembukaannya di 15.751. Level-level support dan resistance telah bergeser hari ini. USD/IDR sedang bergerak di sekitar 15.669, di bawah resistance 15.735. Harga juga telah menembus support baru di level 15.695 dan pergerakan saat ini terhenti dan memantul sebelum menyentuh support berikutnya di 15.655. Jika level ini tertembus, level-level support selanjutnya menunggu di 15.630 dan 15.585. Sementara di sisi atas, level-level resistance terbentang di 15.735 dan 15.765.

Grafik Harian USD/IDR

 

Dolar Australia Memperluas Kenaikan karena Dolar AS Terus Melemah setelah Kesaksian The Fed Powell

Dolar Australia (AUD) terus menguat untuk sesi kedua berturut-turut di hari Kamis, sebagian besar didorong oleh pelemahan dolar AS (USD). Pelemahan ini berasal dari komentar yang dibuat oleh Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell selama kesaksiannya di depan Komite Jasa Keuangan DPR. Powell mengindikasikan bahwa The Fed siap untuk menurunkan biaya pinjaman "pada suatu saat di tahun ini," setelah penyampaian Laporan Kebijakan Moneter tengah tahunan. Namun, eskalasi krisis perbankan regional baru-baru
Đọc thêm Previous

Yen Jepang Naik ke Puncak Multi-Minggu Melawan USD di Tengah Pembicaraan BoJ yang Hawkish

Yen Jepang (JPY) menguat terhadap mata uang Amerika untuk tiga hari berturut-turut dan melonjak ke level tertinggi hampir empat minggu selama sesi Asia pada hari Kamis. Data yang dirilis awal minggu ini menunjukkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) di Tokyo – ibu kota Jepang – pulih dari level terendah 22 bulan dan kembali bergerak di atas target 2% Bank of Japan (BoJ) di bulan Februari. Hal ini, bersama dengan spekulasi bahwa negosiasi upah tahunan yang sedang berlangsung akan menghasilkan kenaikan upah un
Đọc thêm Next