Prakiraan Harga Perak: XAG/USD Stabil di Atas $22 karena Indeks USD yang Lemah, Penjualan Ritel AS Dipantau

  • Harga perak terlihat stabil di atas $22 sementara Dolar AS terkoreksi.
  • Goolsbee dari The Fed mengatakan inflasi satu kali saja tidak cukup untuk meredam tren turun jangka panjang.
  • Data Penjualan Ritel AS akan memandu harga Perak.

Harga perak (XAG/USD) berhasil diperdagangkan di atas resistance krusial $22 di awal sesi Eropa pada hari Kamis karena investor mencerna bahwa penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) tidak akan diumumkan setidaknya sebelum bulan Juni. Ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed pada pertemuan kebijakan moneter bulan Mei telah mereda secara signifikan di tengah prospek inflasi yang masih tinggi.

S&P500 berjangka telah menghasilkan keuntungan nominal di akhir sesi Asia, yang menggambarkan sedikit peningkatan dalam selera risiko para pelaku pasar. Indeks Dolar AS (DXY) telah terkoreksi secara bertahap ke 104,70 dari level tertinggi tiga bulan di 105,00. imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun telah turun menjadi 4,24%.

Pada hari Rabu, Presiden The Fed Bank Chicago Austan Goolsbee mengatakan bahwa satu data inflasi yang buruk tidak akan berdampak pada tren yang lebih luas, yaitu bahwa tekanan harga turun ke target 2%. Ketika ditanya mengenai waktu penurunan suku bunga, Goolsbee mengatakan bahwa bank sentral tidak perlu menunggu untuk menurunkan inflasi ke target 2% untuk mulai menurunkan suku bunga acuan.

Pada sesi hari ini, investor akan fokus pada data Penjualan Ritel Amerika Serikat untuk bulan Januari, yang akan dipublikasikan pada pukul 13:30 WIB. Penjualan Ritel bulanan diantisipasi mengalami kontraksi sebesar 0,1% setelah berekspansi 0,6% pada bulan Desember.

Analisis Teknis Perak

Harga perak diperdagangkan dalam pola Descending Triangle Chart pada grafik harian, yang mengindikasikan kontraksi volatilitas namun dengan bias negatif. Exponential Moving Average (EMA) 50-hari di dekat $23 terus bertindak sebagai barikade bagi para pembeli Perak.

Relative Strength Index (RSI) 14 periode secara konsisten menemukan support di dekat 40,00. Penurunan di bawah level tersebut akan memicu momentum penurunan.

Grafik Harian Perak

Grafik Harian Perak

 

USD/CHF Melanjutkan Penurunan Mendekati 0,8850 karena Meningkatnya Minat Risiko

USD/CHF mempertahankan lintasan turunnya, diperdagangkan lebih rendah di sekitar 0,8850 selama sesi Asia hari Kamis. Dolar AS (USD) menghadapi depresi
Devamını oku Previous

AUD/JPY Kehilangan Daya Tarik di Bawah 97,50 di Tengah Melemahnya Data Ketenagakerjaan Australia

Pasangan AUD/JPY kehilangan momentum selama awal jam perdagangan Eropa pada hari Kamis. Penurunan pasangan mata uang ini didukung oleh data ketenagake
Devamını oku Next