Pound Sterling Diperdagangkan Dalam Kisaran Ketat saat Fokusnya Tetap pada Kebijakan Moneter The Fed-BoE

  • Pound Sterling diperdagangkan sideways menjelang kebijakan moneter The Fed dan BoE.
  • Para pengambil kebijakan BoE akan diuji oleh tingginya inflasi dan prospek ekonomi yang suram.
  • The Fed diprakirakan akan menentukan cara penurunan suku bunga 75 basis poin pada tahun 2024.

Pound Sterling (GBP) diperdagangkan di zona terbatas karena para investor absen menjelang minggu yang sibuk. Pasangan GBP/USD kesulitan menentukan arah menjelang keputusan suku bunga Bank of England (BoE) dan Federal Reserve (The Fed), yang diprakirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah untuk keempat kali berturut-turut.

Meskipun BoE diprakirakan akan tetap stabil, panduan mengenai prospek suku bunga akan menjadi faktor utama untuk aksi lebih lanjut Pound Sterling. BoE sedang melakukan tindakan penyeimbangan antara kondisi perekonomian yang rentan di pasar domestik dan luar negeri serta tekanan harga yang keras. Mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama oleh BoE dapat meredam kondisi pasar tenaga kerja dan permintaan, sementara sinyal dovish akan kembali meningkatkan tekanan harga.

Sentimen pasar secara umum tampak hati-hati karena ketegangan di Timur Tengah dan pengumuman kebijakan moneter The Fed. Para investor akan dengan cermat mengamati apakah The Fed akan memilih pertemuan bulan Maret atau Mei untuk menurunkan suku bunga pertama setelah kampanye “pengetatan suku bunga” yang berkepanjangan.

Intisari Penggerak Pasar Harian: Pound Sterling Tetap Diam di Tengah Sentimen Hati-Hati di Pasar

  • Pound Sterling berosilasi dalam kisaran ketat di dekat 1,2700 karena para investor absen menjelang kebijakan moneter Federal Reserve dan Bank of England, yang masing-masing dijadwalkan pada hari Rabu dan Kamis.
  • Pengambilan keputusan oleh para pengambil kebijakan BoE diprakirakan akan sangat rumit karena perekonomian Inggris beroperasi dalam inflasi tinggi dan prospek perekonomian yang rentan.
  • Perekonomian Inggris mengalami penurunan pertumbuhan 0,1% pada kuartal ketiga 2023 karena bisnis beroperasi dengan kapasitas yang lebih rendah karena lemahnya permintaan.
  • Kinerja serupa diprakirakan terjadi pada kuartal terakhir 2023 karena dunia usaha enggan memanfaatkan kapasitas penuh mereka atau mengambil keputusan investasi baru untuk menghindari kewajiban bunga yang lebih tinggi.
  • Perekonomian Inggris akan dianggap berada dalam resesi teknis jika mengalami kontraksi berturut-turut pada kuartal keempat 2023.
  • Para pengambil kebijakan BoE mempertimbangkan inflasi inti dan jasa ketika mengambil keputusan suku bunga, yang di 5,1% dan 6,4%, jauh dari yang diinginkan bank sentral, sehingga tidak ada peluang untuk mempertimbangkan keputusan yang dovish, setidaknya untuk saat ini.
  • Pada hari Kamis, BoE diprakirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah di 5,25% untuk keempat kali berturut-turut.
  • Menarik untuk dicermati apakah BoE memberikan panduan yang dovish karena kondisi permintaan memburuk atau terus condong ke arah suku bunga yang bersifat restriktif.
  • Sementara itu, sentimen pasar tetap tenang karena para investor mencerna ketegangan di Timur Tengah.
  • Indeks Dolar AS (DXY) sedikit lebih tinggi ke dekat 103,50 dari penutupan Senin namun diprakirakan akan tetap lesu karena para investor menunggu pertemuan kebijakan The Fed.
  • Seperti halnya BoE, The Fed juga diprakirakan akan mempertahankan suku bunga di kisaran 5,25-5,50% untuk keempat kali berturut-turut.
  • Para pelaku pasar nampaknya sangat yakin The Fed akan mulai menurunkan suku bunga mulai bulan Mei di tengah berkurangnya tekanan harga.
  • Pada sesi hari ini, para investor akan memantau data Lowongan Pekerjaan JOLTS AS. Para investor mengantisipasi perusahaan-perusahaan di AS menghasilkan 8,75 juta pekerjaan baru di bulan Desember dibandingkan 8,79 juta di bulan November.

Analisis Teknis: Pound Sterling Gagal Bertahan di Atas 1,2700

GBPUSD
Pound Sterling masih kacau balau di dekat resistance penting 1,2700 menjelang peristiwa ekonomi penting. Pada grafik harian, pasangan GBP/USD menunjukkan formasi pola segitiga menurun, yang mengindikasikan kontraksi volatilitas yang tajam namun dengan bias ke atas.

Garis tren miring ke bawah pola grafik yang disebutkan di atas diambil dari tertinggi 28 Desember 2023 di 1,2827 sedangkan support horizontal diplot dari terendah 21 Desember 2023 di 1,2612. Relative Strength Index (RSI) 14-periode berosilasi di kisaran 40,00-60,00, yang mengindikasikan kinerja sideways di masa depan.

Dolar Tidak Perlu Rally Terlalu Jauh Karena Pernyataan The Fed Dianggap Kurang Dovish – ING

Dolar AS (USD) adalah mata uang G10 dengan kinerja terbaik sepanjang tahun ini karena pasar menilai kembali prospek penurunan suku bunga The Fed tahun
อ่านเพิ่มเติม Previous

Harmonized Index of Consumer Prices (YoY) Spanyol Januari Keluar Sebesar 3.5% Mengungguli Harapan 3.1%

Harmonized Index of Consumer Prices (YoY) Spanyol Januari Keluar Sebesar 3.5% Mengungguli Harapan 3.1%
อ่านเพิ่มเติม Next