EUR/JPY Menarik Beberapa Penjual di Atas 158,50 Jelang Data Zona Euro
- EUR/JPY turun tipis ke 158,60 di awal sesi Eropa hari Jumat.
- Inflasi Jepang naik lebih cepat dari yang diprakirakan di bulan Oktober.
- Bank Sentral Eropa (ECB) ECB mempertahankan suku bunga tidak berubah, seperti yang diharapkan secara luas.
Pasangan EUR/JPY melemah selama awal sesi perdagangan Eropa hari ini (Jumat, 27/10). Pasangan mata uang ini saat ini diperdagangkan di sekitar 158,61, naik 0,01% untuk hari tersebut. Para pelaku pasar menantikan estimasi Produk Domestik Bruto (PDB) Spanyol untuk kuartal ketiga. Angka pertumbuhan kuartalan dan tahunan diprakirakan akan meningkat masing-masing sebesar 0,3% dan 1,6%.
Data Indeks Harga Konsumen Nasional (IHK) Jepang baru-baru ini menunjukkan bahwa inflasi negara tersebut naik lebih cepat dari yang diprakirakan di bulan Oktober. Laporan ini kemungkinan akan mendorong Bank of Japan (BoJ) untuk mengambil sikap yang lebih hawkish pada pertemuan BoJ yang akan datang minggu depan.
Data yang dirilis oleh Biro Statistik Jepang pada hari Jumat pagi mengungkapkan bahwa IHK Jepang berada di 3,3% YoY di bulan Oktober dibandingkan 2,8% sebelumnya. Sementara itu, IHK tidak termasuk Makanan Segar naik ke 2,7% YoY dari 2,5% pada pembacaan sebelumnya.
Pada hari Jumat pagi, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Hirokazu Matsuno mengatakan bahwa ia mengharapkan BoJ untuk menerapkan kebijakan moneter yang tepat untuk mencapai target harga secara berkelanjutan dan stabil. Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki menyatakan bahwa volatilitas valuta asing yang berlebihan tidak diinginkan dan para pembuat kebijakan akan mengambil langkah menyeluruh pada valuta asing dengan rasa urgensi yang kuat. Meskipun demikian, para pembuat kebijakan Jepang menolak untuk mengomentari level valuta asing dan intervensi.
Meskipun demikian, pertemuan kebijakan BoJ minggu depan akan menjadi sorotan. Sikap hawkish dari BoJ atau sinyal untuk meninggalkan kebijakan moneter ultra-akomodatif dapat memicu volatilitas di pasar.
Di sisi lain, Bank Sentral Eropa (ECB) ECB mempertahankan suku bunga tidak berubah seperti yang diharapkan secara luas, menghentikan rekor kenaikan suku bunga 10 kali berturut-turut yang belum pernah terjadi sebelumnya pada hari Kamis. Dalam konferensi pers, Presiden ECB Christine Lagard mengatakan bahwa data-data terbaru terus mengisyaratkan inflasi secara bertahap mendekati target 2%. Lagarde menambahkan bahwa risiko-risiko terhadap pertumbuhan ekonomi tetap condong ke sisi bawah.
Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat meredam sentimen pasar dan mendorong aset-aset safe haven seperti Yen Jepang (JPY). Pada hari Jumat, PDB Spanyol untuk kuartal ketiga akan dirilis. Para pedagang mungkin akan mengambil isyarat dari data tersebut menjelang pertemuan BoJ minggu depan.