Harga Emas Masih Dalam Kisaran Ketat Jelang Kunjungan Biden ke Israel

  • Harga Emas diperdagangkan dalam kisaran sempit karena investor mencerna ketegangan di Timur Tengah.
  • Para pengambil kebijakan The Fed melihat suku bunga bersifat cukup membatasi karena imbal hasil obligasi Pemerintah AS yang lebih tinggi.
  • Pertumbuhan Penjualan Ritel AS diprakirakan melambat ke 0,3% pada bulan September.

Harga Emas (XAU/USD) diperdagangkan tanpa arah menjelang kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Israel di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell, yang diprakirakan memberikan panduan signifikan terkait suku bunga. Investor berharap Powell akan memilih kebijakan moneter yang netral dan bergabung dengan para pejabat The Fed lainnya yang baru-baru ini mengatakan bahwa imbal hasil obligasi yang lebih tinggi cukup untuk mengendalikan inflasi.

Sebelum peristiwa penting dalam kalender ekonomi dan geopolitik, investor akan mengamati data Penjualan Ritel Amerika Serikat untuk bulan September, yang merupakan salah satu pengukur utama belanja konsumen, pendorong utama perekonomian AS. Investor memprakirakan penjualan akan tumbuh lebih lambat dibandingkan bulan sebelumnya meskipun harga bensin lebih tinggi (data Penjualan Ritel tidak disesuaikan dengan inflasi dan dengan demikian mencerminkan perubahan harga). Volatilitas Dolar AS diprakirakan akan berkurang menjelang data Penjualan Ritel.

Intisari Penggerak Pasar Harian: Harga Emas Berubah-ubah Menjelang Data Penjualan Ritel AS

  • Harga Emas konsolidasi dalam kisaran ketat di sekitar $1.920,00 karena investor menunggu pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang dijadwalkan pada hari Kamis.
  • Pidato Powell akan memberikan isyarat yang berarti mengenai keputusan suku bunga mendatang, yang ditetapkan pada 1 November.
  • Investor akan mengamati apakah Powell bergabung dengan para pejabat The Fed lainnya dan mendukung mempertahankan suku bunga tidak berubah untuk kedua kali berturut-turut karena kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS.
  • Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10-tahun berada di dekat tertinggi multi-tahun di 4,75% dan para pengambil kebijakan The Fed berpandangan bahwa imbal hasil yang lebih tinggi cukup untuk mengurangi belanja dan investasi secara keseluruhan.
  • Presiden Fed San Francisco Mary Daly menyatakan bahwa lonjakan imbal hasil obligasi jangka panjang baru-baru ini setara dengan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin. Risiko kenaikan suku bunga lebih lanjut dapat mendorong perekonomian ke dalam resesi.
  • Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker mengatakan pada hari Senin bahwa bank sentral seharusnya tidak memberikan tekanan baru pada perekonomian dengan meningkatkan biaya pinjaman lebih lanjut. Harker menegaskan kembali bahwa The Fed sudah selesai menaikkan suku bunga di lingkungan di mana tekanan inflasi sedang surut.
  • Harker menekankan bahwa perekonomian memiliki ketahanan karena stabilnya pasar tenaga kerja dan menurunnya inflasi, namun memperingatkan bahwa pembeli rumah pertama kali telah menghilang dari pasar karena tingginya suku bunga.
  • Menurut Fedwatch tool CME Group, para pedagang melihat 90% peluang The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah di 5,25%-5,50%. Peluang kenaikan suku bunga satu kali lagi dalam dua pertemuan kebijakan moneter yang tersisa pada tahun 2023 tidak berubah di 30%.
  • Terlepas dari kebijakan The Fed, kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Israel di tengah konflik yang semakin mendalam di kawasan tersebut kemungkinan akan membuat pasar tetap gelisah. Eskalasi lebih lanjut dalam perang Israel-Hamas akan meningkatkan daya tarik terhadap Emas.
  • Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken membenarkan bahwa Presiden Biden akan mengunjungi Israel pada hari Rabu, menekankan perlunya menyelamatkan warga sipil. Sementara itu, Israel sedang mempersiapkan serangan darat di Gaza melawan Hamas.
  • Indeks Dolar AS (DXY) menemukan minat beli di dekat 106,20. Pergerakan sideways diprakirakan terjadi menjelang data Penjualan Ritel bulan September. Para analis di SocGen memprakirakan sedikit kenaikan 0,3% MoM untuk Penjualan Ritel secara agregat tetapi mencatat bahwa harga bensin yang lebih tinggi ikut bertanggung jawab atas kenaikan tersebut.
  • Angka belanja konsumen yang lebih tinggi dari prakiraan dapat meningkatkan peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut dari The Fed.

Analisis Teknis: Harga Emas Berosilasi di Dekat $1.920

Harga Emas diperdagangkan sideways dekat $1.920,00 menjelang beberapa peristiwa. Logam mulia telah berubah tanpa arah setelah naik tajam mendekati level tertinggi hampir empat minggu di $1.932,00. Logam kuning telah naik di atas semua Exponential Moving Averages (EMA) jangka pendek, mengindikasikan bahwa tren keseluruhannya adalah bullish. Osilator momentum juga telah bergeser ke kisaran bullish, yang mengindikasikan kemungkinan peningkatan pergerakan harga ke atas.

PBOC Instruksikan Bank-Bank Pemerintah Lakukan Roll Over Utang Pemda dengan Suku Bunga yang Lebih Rendah

Mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah ini, Reuters melaporkan bahwa People's Bank of China (PBOC) menginstruksikan bank-bank pemerintah untuk
مزید پڑھیں Previous

USD/CHF Patahkan Penurunan Beruntunnya di Dekat 0,9020, Amati Data AS

USD/CHF diperdagangkan lebih tinggi di sekitar 0,9020 selama sesi Eropa pada hari ini, mematahkan penurunan dua hari berturut-turutnya. Meningkatnya k
مزید پڑھیں Next