USD/CAD Berupaya Patahkan Pelemahan Baru-Baru ini, Diperdagangkan di Sekitar 1,3630
- USD/CAD berjuang untuk menghentikan penurunan di sesi sebelumnya karena Greenback yang melemah.
- Dolar Kanada (CAD) mengalami tekanan turun meskipun data ketenagakerjaan optimis.
- Para investor menunggu data IHK AS, mencari petunjuk lebih lanjut mengenai prospek inflasi.
USD/CAD melayang di sekitar 1,3630 selama sesi Asia hari Senin, mencoba menghentikan pelemahan sesi sebelumnya. Pasangan mata uang ini mengalami tekanan turun meskipun data ketenagakerjaan yang optimis untuk bulan Agustus dari Kanada dirilis pada hari Jumat.
Seperti yang dikatakan, Upah Rata-Rata Per Jam (YoY) meningkat menjadi 5,2% dari angka sebelumnya 5,0%. Perubahan Bersih dalam Ketenagakerjaan (Agustus) mencetak angka 39,9 Ribu, jauh lebih tinggi dari konsensus pasar 15,0 Ribu, berayun dari sebelumnya -6,4 Ribu. Sementara Tingkat Pengangguran tetap konsisten di 5,5% terhadap ekspektasi pembacaan 5,6%.
Namun, pertumbuhan upah yang kuat berpotensi untuk meningkatkan belanja konsumen dan mempertahankan tekanan inflasi yang terus-menerus. Situasi ini dapat membuat Bank of Canada (BoC) mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga sekali lagi.
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja Greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, saat ini diperdagangkan di kisaran 104,80, sedikit di bawah level tertinggi sejak bulan April. Namun, imbal hasil obligasi AS telah membaik, yang dapat memberikan tekanan pada harga logam mulia ini. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik ke 4,29%, naik 0,52%.
Dolar AS (USD) diantisipasi untuk mempertahankan penguatannya, didukung oleh data ekonomi positif yang terus menerus yang mencerminkan kondisi ekonomi AS yang kuat. Sebagai contoh, Klaim Tunjangan Pengangguran Awal AS baru-baru ini melaporkan angka 216 Ribu untuk minggu yang berakhir pada tanggal 2 September, yang berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 234 Ribu dan lebih rendah dari angka revisi minggu sebelumnya sebesar 229 Ribu. Data tenaga kerja yang positif ini berkontribusi pada ketahanan dolar AS.
Selain itu, Presiden Bank Sentral Chicago Austan Goolsbee telah mengartikulasikan tujuan bank sentral untuk mengarahkan ekonomi ke "jalur emas." Jalur ini menandakan skenario di mana inflasi mereda tanpa menyebabkan resesi, sebuah keseimbangan yang sulit yang sering kali diupayakan oleh bank-bank sentral untuk dicapai untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, para investor mencari isyarat lebih lanjut mengenai keputusan Federal Reserve AS (The Fed) dalam mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Selain itu, para pedagang mengantisipasi bahwa The Fed akan menerapkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) pada akhir tahun 2023. Sikap hawkish dari bank sentral ini berpotensi memberikan dukungan untuk mendukung Greenback.
Mengingat minimnya rilis data ekonomi yang signifikan dari Kanada, para investor cenderung mengalihkan perhatian mereka ke Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat (AS) untuk bulan Agustus, yang dijadwalkan akan dirilis pada hari Rabu. Data ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga mengenai skenario inflasi dan dapat mempengaruhi keputusan investor mengenai pasangan USD/CAD, yang berpotensi mendorong posisi perdagangan baru.