USD/CAD Memulihkan Pelemahan Baru-Baru ini di Bawah 1,3200 Jelang IMP ISM AS
- USD/CAD menguat mendekati 1,3195, naik 0,04% pada hari Selasa.
- PMI Chicago AS untuk bulan Juli naik ke 42,8 dari 41,5 di bulan Juni, di atas ekspektasi pasar sebesar 43.
- Para pelaku pasar mengantisipasi bahwa Bank of Canada (BoC) akan mengakhiri siklus pengetatannya.
- Para investor menantikan data ISM PMI AS sebelum data ketenagakerjaan Kanada, Nonfarm Payrolls, pada hari Jumat.
Pasangan USD/CAD menghentikan kemunduran hari sebelumnya dan mendapatkan daya tarik di bawah level 1.3200 selama awal sesi Asia hari Selasa. Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY), ukuran nilai Greenback terhadap sekumpulan enam mata uang utama, mendapatkan momentum di dekat 101,95, naik 0,08% untuk hari ini. Para pelaku pasar menunggu data Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur ISM AS di sesi Amerika Utara menjelang data ketenagakerjaan Kanada dan Nonfarm Payrolls AS pada hari Jumat.
Pada hari Senin, Amerika Serikat merilis data ekonomi tingkat rendah. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Chicago AS untuk bulan Juli meningkat menjadi 42,8 dari 41,5 di bulan Juni, di atas ekspektasi pasar sebesar 43, sementara Indeks Manufaktur Dallas meningkat menjadi -20 dari -23,2 di bulan Juli.
Bukti-bukti meredanya tekanan harga yang mendasari di Amerika Serikat dapat meyakinkan the Fed untuk melonggarkan sikap hawkish-nya. Meskipun demikian, Indeks Harga Personal Consumption Expenditures (PCE) turun dari 3,8% di bulan Mei menjadi 3% di bulan Juni, di bawah ekspektasi pasar sebesar 3,1%. Indeks Harga PCE Inti berada di 4,1% per tahun, turun dari 4,6% di bulan Mei dan di bawah ekspektasi pasar sebesar 4,2%. Data yang lebih lemah dapat membawa Federal Reserve (Fed) lebih dekat ke akhir siklus kenaikan suku bunga. Hal ini dapat membatasi kenaikan Dolar AS dan menjadi penghalang bagi USD/CAD.
Dari sisi Dolar Kanada, para pembuat kebijakan Bank of Canada (BoC) mengindikasikan bahwa mereka masih akan menaikkan suku bunga acuan mereka lebih lanjut setelah menaikkannya sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,0% pada 12 Juli. Gubernur BoC Tiff Macklem mengungkapkan bahwa keputusan kebijakan di masa mendatang akan didasarkan pada data yang masuk dan prospek inflasi. Namun, pelaku pasar mengantisipasi bahwa Bank of Canada (BoC) tidak akan merasa perlu untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut tahun ini.
Mengenai data, Produk Domestik Bruto (PDB) Kanada berekspansi sebesar 0,3% di bulan Mei, seperti yang diharapkan. Namun, angka tersebut kemungkinan akan mengalami kontraksi di bulan Juni, menunjukkan perlambatan ekonomi di negara tersebut. Hal ini mungkin menandakan berakhirnya siklus pengetatan Bank of Canada (BoC), yang telah mendorong suku bunga ke level tertinggi selama 22 tahun.
Sementara itu, kenaikan harga minyak telah mendukung Loonie dan mengimbangi perlambatan di sektor manufaktur Kanada. Harga minyak mentah yang lebih tinggi memperkuat Dolar Kanada, karena negara ini merupakan eksportir minyak utama ke Amerika Serikat.
Di kemudian hari, para investor menantikan data Indeks Manajer Pembelian (IMP) Manufaktur ISM AS. Pada hari Jumat, perhatian akan beralih ke data ketenagakerjaan Kanada dan Nonfarm payrolls. Perekonomian AS diperkirakan telah menciptakan 180.000 pekerjaan. Selain itu, laporan Lowongan Kerja JOLTS, Keternagakerjaan Swasta ADP, Klaim Tunjangan Pengangguran Mingguan, dan Biaya Tenaga Kerja Unit akan dirilis akhir pekan ini. Data ini akan sangat penting untuk menentukan pergerakan yang jelas untuk pasangan USD/CAD.