USD/JPY Melacak Kenaikan di Atas 140,00, IMP AS, PDB Jepang Diawasi
- USD/JPY memperbarui level tertinggi dalam perdagangan harian di tengah sentimen yang berhati-hati, imbal hasil yang lebih kuat.
- IMP Jepang yang suram versus NFP AS yang kuat menambah kekuatan pada kenaikan Yen.
- IMP Jasa ISM AS dan PDB final kuartal pertama Jepang menantikan arah yang jelas di tengah blackout The Fed.
USD/JPY bertahan pada kenaikan tipis di sekitar 140,20 karena imbal hasil obligasi pemerintah yang optimis, serta Dolar AS yang lebih kuat mendorong harga USD/JPY. Yang semakin memperkuat kenaikan pasangan Yen adalah gelombang penghindaran risiko, serta data Jepang yang suram.
IMP Jasa Bank Jibun Jepang untuk bulan Mei turun menjadi 55,9 versus 56,3. Sebaliknya, "IMP Gabungan , yang menggabungkan angka aktivitas manufaktur dan jasa, berekspansi dengan laju tercepat sejak Oktober 2013. Indeks naik menjadi 54,3 di bulan Mei dari 52,9 di bulan April, bertahan di atas angka 50 selama lima bulan berturut-turut," demikian dikutip dari Reuters.
Di sisi lain, taruhanThe Fed yang hawkish dan surutnya kekhawatiran akan gagal bayar AS mendukung imbal hasil obligasi pemerintah AS dan Dolar AS. Meskipun begitu, angka ketenagakerjaan AS pada hari Jumat memperbaharui peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Berbicara mengenai data, Nonfarm Payrolls (NFP) AS memperbaharui kekhawatiran terhadap sikap hawkish The Fed. Meskipun demikian, laporan pekerjaan AS untuk bulan Mei mengejutkan pasar dengan lonjakan Nonfarm Payrolls (NFP) sebesar 339 Ribu versus 190 Ribu yang diharapkan dan 294 Ribu sebelumnya (direvisi). Namun, perlu dicatat bahwa Tingkat Pengangguran juga naik menjadi 3,7% dari 3,4% sebelumnya, dibandingkan 3,5% perkiraan pasar. Perlu dicatat, bahwa Penghasilan Rata-Rata Per Jam menurun sedangkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja tetap sama seperti sebelumnya.
Selain itu, Dialog Shangri-la di Singapura memperbaharui kekhawatiran geopolitik seputar AS dan Tiongkok di tengah tidak adanya pertemuan antara pembuat kebijakan kedua negara, serta insiden yang menunjukkan meningkatnya kekhawatiran perang di antara angkatan laut Tiongkok-Amerika di Selat Taiwan. Selain itu, berita dari Kementerian Pertahanan Rusia yang mengisyaratkan operasi militer berskala besar oleh Ukraina juga membebani sentimen dan memberikan tekanan pada Dolar AS.
Bagaimanapun, perlu dicatat bahwa kekhawatiran sikap hawkish dari para pejabat Bank of Japan (BoJ) dan optimisme mengenai kesepakatan pagu utang AS, serta peringkat kredit AS, mendorong kenaikan USD/JPY. Meskipun demikian, Presiden AS Joe Biden menandatangani RUU pagu utang dan menghindari default 'bencana'. Yang juga negatif bagi DXY adalah kekhawatiran yang menunjukkan kenaikan suku bunga yang lebih lambat dari bank-bank sentral utama. Selain itu, lembaga-lembaga pemeringkat global tetap berhati-hati terhadap kredibilitas pasar keuangan AS dan menekan Dolar AS meskipun ada pergerakan harga yang positif pada hari Jumat. "Fitch Ratings mengatakan pada hari Jumat bahwa peringkat kredit "AAA" Amerika Serikat akan tetap berada dalam pengawasan negatif, meskipun ada kesepakatan yang akan memungkinkan pemerintah untuk memenuhi kewajibannya," demikian dikutip dari Reuters.
Dengan latar belakang ini, Wall Street ditutup lebih tinggi dan imbal hasil obligasi pemerintaha AS mencatatkan penurunan mingguan pertama dalam empat minggu terakhir, bergerak lebih tinggi akhir-akhir ini. Patut dicatat bahwa Kontrak Berjangka S&P500 mencetak pelemahan tipis di tengah sentimen yang beragam.
Selanjutnya, IMP Jasa dan Pesanan Pabrik AS hari ini untuk bulan Mei dapat menghibur para pedagang dalam perdagangan harian menjelang pembacaan akhir Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang kuartal pertama (Q1) 2023 pada hari Jumat. Di atas semua itu, beberapa katalis risiko dan pergerakan pasar obligasi sangat penting bagi para pedagang pasangan Yen.
Analisis Teknis
Meskipun penurunan USD/JPY masih belum melampaui garis resistance sebelumnya yang membentang dari 15 Desember 2022, sekitar 137,40 pada saat berita ini ditulis, garis tren naik dari akhir 2022, di sekitar 141,20 pada saat berita ini ditulis, yang menantang kenaikan pasangan Yen ini dalam jangka pendek.