USD/JPY Pangkas Pelemahan Dekat 133,50 saat Imbal Hasil Tidak Menentu, Pantau Pembicaraan BoJ dan PDB AS

  • USD/JPY memantul dari level terendah dalam perdagangan harian sehingga mengurangi pelemahan baru-baru ini selama tren turun tiga hari.
  • Pejabat BoJ tetap mendukung kebijakan uang mudah, menolak kebutuhan untuk mengubah YCC.
  • DPR AS meloloskan RUU untuk memulai negosiasi plafon utang.
  • Kekhawatiran pasar karena kinerja First Republic Bank dapat membebani pasangan Yen menjelang PDB kuartal pertama AS.

USD/JPY mengambil tawaran beli sehingga mengkonsolidasikan pelemahan baru-baru ini di sekitar pertengahan 133,00-an karena pasar bersiap untuk PDB Kuartal 1 AS pada Kamis pagi. Yang semakin memperkuat pada pemantulan korektif dapat berupa optimisme yang hati-hati seputar perpanjangan plafon utang AS dan pembelaan Pejabat Bank of Japan (BoJ) terhadap kebijakan moneter ultra-mudah saat ini.

Menyusul pengesahan "Limit, Save, Grow Act", juru bicara Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden Joe Biden telah menjelaskan bahwa RUU ini tidak memiliki peluang untuk menjadi undang-undang. Hal yang sama menantang optimisme awal seputar RUU ini di tengah kekhawatiran akan diskusi yang panjang dan sulit mengenai masalah utama. Meskipun begitu, Reuters mengatakan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat AS pada hari Rabu dengan suara tipis meloloskan RUU untuk menaikkan pagu utang negara sebesar $31,4 triliun, menentang Presiden Joe Biden dengan melampirkan pemangkasan pengeluaran besar-besaran untuk dekade berikutnya.

Perlu dicatat bahwa mantan Deputi Gubernur BoJ Masazumi Wakatabe baru-baru ini menyebutkan bahwa ia akan terkejut jika BoJ mengubah Yield Curve Control (YCC) pada hari Jumat. Sebelumnya, Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda berbicara di Parlemen Jepang, yang dikenal sebagai Diet, dan mengatakan bahwa risiko kenaikan inflasi yang disebabkan oleh hilangnya kepercayaan pasar terhadap keuangan Jepang masih rendah untuk saat ini. Pengambil kebijakan ini juga mencoba untuk meredam pembicaraan mengenai masalah inflasi dan secara tidak langsung menyarankan tidak ada perubahan dalam pertemuan kebijakan moneter minggu ini, bahkan di sekitar YCC.

Di tempat lain, data AS yang beragam dan kinerja pasar ekuitas juga mengganggu pasangan USD/JPY karena Pesanan Barang Tahan Lama AS meningkat namun perincian Keyakinan Konsumen menurun. Selain itu, raksasa teknologi memungkinkan Nasdaq untuk tetap lebih kuat namun meningkatnya kekhawatiran atas First Republic Bank (FRB), karena harga sahamnya kembali menurun sebesar 20% pada hari Rabu setelah turun 50% pada hari sebelumnya membebani sentimen.

Dengan latar belakang ini, imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap tidak memiliki arah sementara Kontrak Berjangka S&P 500 mencetak kenaikan tipis sebesar 0,20% di sekitar 4,083 pada saat berita ini ditulis, menyusul penutupan Wall Street yang beragam.

Ke depan, para pedagang USD/JPY harus memperhatikan beberapa katalis risiko, terutama seputar bank dan plafon utang AS, sambil menunggu Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal pertama (Q1) AS, yang diprakirakan turun ke 2,0% secara tahunan dibandingkan 2,6% sebelumnya.

Analisis Teknis

Konvergensi garis support sebelumnya dari awal April dan garis resistance berusis satu minggu lalu, di sekitar 134,15, membatasi pemulihan jangka pendek pasangan USD/JPY. Namun, pergerakan turun masih ambigu di luar garis tren naik berusia satu bulan, di sekitar 132,65.

 

USD/CAD Dekati 1,3630 meski BoC Tolak Penurunan Suku Bunga Tahun Ini, PDB AS Menjadi Fokus

Pasangan USD/CAD bergerak menuju resistance penting di 1,3630 di sesi Asia. Aset Loonie ini bergerak lebih tinggi setelah pergerakan kontraksi volatil
Baca selengkapnya Previous

Analisis Harga USD/CHF: Pudarkan Pemantulan dari Level Terendah 27 Bulan dalam Segitiga Bullish

USD/CHF memperbarui level terendah dalam perdagangan harian di dekat 0,8705 karena turun kembali ke level terendah sejak Januari 2021 yang dicatat pad
Baca selengkapnya Next