Analisis Harga WTI: Terbatas dalam Kisaran $2.00 karena Investor Tunggu Inflasi AS sebagai Sudut Pandang

  • Harga minyak dilelang dalam kisaran terbatas di tengah ketiadaan pemicu potensial.
  • Pertaruhan bearish untuk harga minyak semakin meningkat karena para investor mengkhawatirkan permintaan minyak akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap resesi global.
  • Indeks USD telah melanjutkan pemulihannya hingga mendekati 102,15 di tengah melonjaknya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

West Texas Intermediate (WTI), kontrak berjangka di NYMEX, telah turun setelah gagal bertahan di atas $81.00 di sesi Tokyo. Harga minyak terbatas pada kisaran sempit $79.00-81.80 dari pekan lalu setelah pengumuman pemangkasan produksi yang mengejutkan oleh OPEC+ untuk memberikan stabilitas pada emas hitam ini.

Pertaruhan bearish untuk harga minyak semakin meningkat karena para investor khawatir dengan permintaan minyak akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap resesi global di tengah pengetatan kebijakan oleh bank-bank sentral.

Indeks Dolar AS (DXY) telah melanjtukan pemulihannya hingga mendekati 102,15 di tengah melonjaknya ekspektasi kenaikan suku bunga satu kali lagi dari Federal Reserve (Teh Fed). Ke depannya, rilis data Inflasi Amerika Serikat akan memberikan kejelasan lebih lanjut. Sesuai konsensus, Indeks Harga Konsumen (IHK) utama akan melambat menjadi 5,2% dari rilis sebelumnya sebesar 6,0%. Sebaliknya, IHK inti akan meningkat lebih lanjut ke 5,6% dari rilis sebelumnya di 5,5%.

Harga minyak berkonsolidasi dalam kisaran sempit $79,00-81,80 di dekat resistance horisontal yang diplot dari level tertinggi 7 Maret di sekitar $81,00 pada skala dua jam. Exponential Moving Average (EMA) 20-periode di $80,53 tumpang tindih dengan harga minyak, mengindikasikan pergerakan yang terbatas.

Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) (14) berosilasi di kisaran 40,00-60,00, yang menunjukkan bahwa para investor sedang menunggu pemicu potensial.

Jika harga minyak menembus di atas level tertinggi 4 April di dekat $81,80, kenaikan akan mendorong aset ini menuju level tertinggi 1 Desember di $83,30, diikuti oleh level tertinggi 21 Oktober di $85,66.

Di sisi lain, pergerakan turun di bawah level terendah 31 Maret di $73,31 akan menyeret aset ini menuju level tertinggi 23 Maret di $71,69. Penembusan di bawah level tersebut akan menyeret harga minyak menuju level terendah 27 Maret di $69,18.

Grafik Dua Jam WTI

Grafik Dua Jam WTI

 

PBOC Tetapkan Kurs Tengah USD/CNY pada 6,8764 versus 6,8838 Sebelumnya

People's Bank of China (PBOC) menetapkan kurs tengah USD/CNY di 6,8764 pada hari Senin, dibandingkan dengan penetapan pada hari Jumat di 6,8838 dan ek
Leia mais Previous

Analisis Harga NZD/USD: Siap untuk Lakukan Penurunan Lebih Lanjut Melewati 0,6200

NZD/USD mengambil tawaran untuk menyegarkan kembali level terendah dalam perdagangan harian di dekat 0,6240 pada awal hari Senin. Dengan demikian, pas
Leia mais Next