EUR/USD Menguat Melewati 1,0700 bahkan Ketika SOTU Presiden AS Biden Terdengar Keras terhadap Tiongkok

  • EUR/USD stabil selama hari positif pertama dalam lima hari terakhir, dengan sedikit tawaran beli akhir-akhir ini.
  • Presiden AS Biden mencoba meyakinkan pasar mengenai daya saing Amerika terhadap Tiongkok.
  • Komenta-komentarr beragam dari para pembicara The Fed, penurunan imbal hasil obligasi pemeritah AS mendukung pemulihan EUR/USD.
  • Komentar-komentar dari para pejabat bank sentral, beberapa katalis risiko diperhatikan di tengah kalender yang sepi.

EUR/USD mengambang di sekitar 1,0725-30 setelah menghentikan tren turun selama empat hari karena para pedagagang pasangan mata uang ini kesulitan untuk mempercayai komentar-komentar hawkish dari pidato kenegaraan Presiden AS Joe Biden. Dengan demikian, pasangan mata uang utama ini juga mengambil petunjuk dari turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS dan berbagai komentar yang beragam dari para pembicara Federal Reserve (The Fed), yang sesuai dengan pernyataan terbaru dari pejabat Bank Sentral Eropa (ECB).

"Kami berada dalam posisi terkuat dalam beberapa dekade untuk bersaing dengan Tiongkok atau siapa pun," demikian pernyataan pra-rilis SOTU yang dikutip Reuters. Presiden AS Biden juga kemungkinan akan menyatakan bahwa jika Tiongkok mengancam kedaulatan AS, AS akan bertindak untuk melindungi negara tersebut, demikian menurut laporan tersebut.

Perlu dicatat bahwa Presiden AS Biden mencoba untuk menenangkan kekhawatiran akan adanya babak baru pertikaian Tiongkok -Amerika pada hari Senin dengan mengatakan, "Insiden balon udara tidak melemahkan hubungan AS-RRT." Namun, penolakan Tiongkok terhadap permintaan Pentagon membuat tensi geopolitik tetap tinggi dan menggoda para pembeli Dolar AS. "Tiongkok telah menolak permintaan AS untuk melakukan pembicaraan telepon antara Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan Menteri Pertahanan Tiongkok Wei Fenghe," ujar juru bicara Pentagon pada hari Selasa seperti yang dilansir oleh Reuters.

Meskipun begitu, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun menghentikan tren kenaikan selama tiga hari dan turun dari level tertinggi satu bulan di sekitar 3,68% menjadi 3,66% pada saat berita ini diturunkan. Hal yang sama membebani Indeks Dolar AS (DXY), turun selama dua hari berturut-turut hingga mendekati 103,30 pada hari terakhir. Meskipun demikian, Kontrak Berjangka S&P 500 mencetak pelemahan tipis untuk mengikuti Wall Street dan menggambarkan sentimen yang suram.

Pada hari Selasa, Presiden Federal Reserve (The Fed) Minneapolis Neel Kashkari mengatakan kepada CNN, "Kami mungkin harus mempertahankan suku bunga pada tingkat yang lebih tinggi lebih lama," sambil menambahkan bahwa ia tidak memprakirakan resesi. Setelah itu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan, "Prakirakan 2023 akan menjadi tahun dengan penurunan inflasi yang signifikan," sambil juga menambahkan bahwa jika data terus datang lebih kuat dari yang diharapkan, tentu akan menaikkan suku bunga lebih banyak.

Di sisi lain, pengambil kebijakan ECB Francois Villeroy de Galhau mengatakan pada hari Selasa bahwa Zona Euro tidak terlalu jauh dari puncak inflasi, seperti yang dilaporkan oleh Reuters.

Selanjutnya, para pedagang EUR/USD harus memperhatikan katalis risiko untuk mendapatkan dorongan baru di tengah kalender ekonomi yang sepi.

Analisis Teknikal

EUR/USD mangonfirmasi pengaturan teknikal bullish yang terdiri dari Doji hari Selasa dan Golden cross, menunjukkan kenaikan lebih lanjut menuju garis support sebelumnya dari awal November 2022, di sekitar 1,0860.

Analisis Harga EUR/JPY: Memantul dari Garis Support Tiga Minggu dan EMA 200

EUR/JPY mengambil tawaran beli ke 140,80 sementara memangkas pelemahan harian terbesar dalam hampir satu bulan selama sesi Asia yang lesu pada hari Ra
Mehr darüber lesen Previous

PM Selandia Baru Hipkins: Upah Minimum akan Naik Sejalan dengan IHK Mulai April

Perdana Menteri baru Selandia Baru Chris Hipkins mengatakan pada hari Rabu, "upah minimum akan naik sejalan dengan IHK mulai bulan April." Kutipan La
Mehr darüber lesen Next