USD/CHF Turun Menuju 0,9200 karena Dolar AS Lanjutkan Pullback dari Tertinggi Bulanan

  • USD/CHF mengambil penawaran jual yang memperbarui level terendah intraday, turun untuk hari kedua berturut-turut.
  • Keraguan Ketua The Fed Powell dalam memuji NFP AS yang kuat menunjukkan tidak lebih dari dua kenaikan suku bunga yang sudah diketahui.
  • Sinyal yang beragam seputar perselisihan AS dan Tiongkok, penurunan imbal hasil mendukung bias bearish.
  • SOTU Presiden AS Joe Biden ditunggu untuk mendapatkan dorongan baru.

USD/CHF bertahan lebih rendah di dekat 0,9215, memperbarui level terendah dalam perdagangan harian, karena pasangan mata uang Swiss ini mendukung pelemahan Dolar AS secara luas di tengah sesi Asia yang lesu pada hari Rabu. Dengan demikian, harga turun untuk hari kedua berturut-turut, meskipun mencatatkan pelemahan tipis akhir-akhir ini.

Meskipun demikian, Indeks Dolar AS (DXY) mencetak pelemahan tipis di dekat 103,30 karena melanjutkan penurunan hari sebelumnya dari level tertinggi bulanan. Dengan demikian, ukuran greenback terhadap enam mata uang utama melacak imbal hasil obligasi pemerintah AS yang suram di tengah sinyal yang beragam dari para pejabat Federal Reserve.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun menghentikan tren kenaikan selama tiga hari dan turun dari level tertinggi satu bulan di sekitar 3,68% ke 3,67% pada saat berita ini ditulis. Perlu dicatat bahwa Presiden Federal Reserve (The Fed) Minneapolis, Neel Kashkari, mengatakan kepada CNN pada hari Selasa, "Kami mungkin harus mempertahankan suku bunga pada tingkat yang lebih tinggi lebih lama," sambil menambahkan bahwa ia tidak memperkirakan resesi. Powell menunjukkan keraguan dalam memuji lonjakan terbaru dalam Nonfarm Payrolls (NFP) AS selama penampilannya pada hari Selasa ketika ditanya terkait pertumbuhan lapangan kerja yang menjadi kekuatan untuk suku bunga acuan The Fed yang lebih tinggi dari kisaran 5% hingga 5,25% yang saat ini diantisipasi. Hal yang sama menunjukkan adanya jeda pada suku bunga The Fed setelah saat ini memperhitungkan dua kali kenaikan suku bunga sebesar 0,25%.

Sebaliknya, laporan pendapatan yang beragam dan kekhawatiran baru yang berasal dari Tiongkok tampaknya membebani sentimen dan menempatkan harga USD/CHF di bawah level terendah. Pada hari Senin, Presiden AS Joe Biden mencoba menenangkan kekhawatiran akan putaran lain dari pertikaian Tiongkok-Amerika dengan mengatakan, "Insiden balon tidak melemahkan hubungan AS-Tiongkok." Namun, penolakan Tiongkok terhadap permintaan Pentagon membuat tensi geopolitik tetap tinggi dan menggoda para pembeli Dolar AS. "Tiongkok telah menolak permintaan AS untuk melakukan panggilan telepon antara Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan Menteri Pertahanan Tiongkok Wei Fenghe," ujar juru bicara Pentagon pada hari Selasa seperti yang dilansir oleh Reuters.

Di tengah-tengah permainan ini, Kontrak Berjangka S&P 500 gagal mengikuti kenaikan Wall Street sementara saham-saham di blok Asia-Pasifik tetap ragu-ragu karena para pedagang menunggu pidato kenegaraan Presiden AS Biden.

Analisis Teknikal

Garis resistance 11-minggu, di sekitar 0,9280 pada saat berita ini ditulis, mengarahkan harga USD/CHF ke selatan.

 

GBP/JPY Menghadapi Resistance di Sekitar 158,00 di Tengah Prakiraan PDB Inggris yang Lebih Lemah

Pasangan GBP/JPY telah merasakan minat jual saat mencoba melanjutkan pemulihan di atas resistance penting 158,00 di sesi Asia. Pergerakan mundur yang
আরও পড়ুন Previous

Penjual USD/CAD Harus Berada di Bawah Support Harian 1,3387

USD/CAD berada di bawah tekanan karena Dolar AS dijauhi oleh pasar karena retorika yang lebih dovish yang datang dari ketua Federal Reserve, Jerome Po
আরও পড়ুন Next