Berita Harga USD/IDR: Rupiah Bergerak Menuju $14.950 meskipun Inflasi Indonesia Melemah, Fed dalam Fokus

  • USD/IDR mengambil tawaran jual untuk memperbarui level terendah harian, menghentikan tren naik empat hari.
  • Inflasi Indonesia turun ke 5.28% YoY, 0.34% MoM di bulan Januari.
  • Sentimen yang beragam, imbal hasil yang lesu, dan optimisme di zona Asia Pasifik mendukung penurunan.
  • FOMC menjadi kunci karena 0,25% sudah diperhitungkan tetapi Ketua Fed Powell adalah pembuat kebijakan yang hawkish.

USD/IDR kembali ke meja bearish setelah absen selama empat hari karena turun ke $14.970 dan memperbarui level terendah harian di awal hari Rabu. Dengan demikian, Rupiah (IDR) mengabaikan angka-angka suram dari Inflasi Indonesia sembari bersiap-siap untuk pertemuan kebijakan moneter Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).

Meskipun begitu, Inflasi Indonesia menurun di bulan Januari menjadi 5,28% YoY dan 0,34% MoM, dibandingkan 5,51% dan 0,66% di bulan sebelumnya. Dengan ini, angka-angka inflasi tersebut juga masih berada di bawah prakiraan pasar yaitu 5,4% secara tahunan dan 0,47% secara bulanan. Meskipun begitu, data-data penting ini masih berada di luar target Bank Indonesia (BI) dan mendukung penguatan Rupiah.

Selain data Indonesia yang optimis, optimisme yang hati-hati di kawasan Asia-Pasifik juga tampaknya mendukung pelemahan USD/IDR. Perlu dicatat bahwa indeks saham Asia-Pasifik di luar Jepang mencetak kenaikan harian sebesar 0,60% pada saat berita ini diturunkan sementara indeks harga saham gabungan Indonesia naik 0,37% dalam satu hari.

Di sisi yang lebih luas, S&P 500 Futures mencetak penurunan ringan sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap lesu dan menghentikan penurunan hari sebelumnya. Meskipun demikian, Indeks Dolar AS (DXY) berjuang untuk membalik penurunan hari Selasa di sekitar 102,10.

Di tempat lain, data AS yang suram memperkuat bias dovish pasar seputar pertemuan Fed hari ini. Namun, sikap hawkish terakhir dari Ketua Fed Jerome Powell dan kesiapan untuk mempertahankan kenaikan suku bunga yang agresif menantang penurunan USD/IDR.

Meskipun demikian, Indeks Biaya Ketenagakerjaan (ECI) AS untuk kuartal keempat (Q4) turun menjadi 1,0% dibandingkan 1,1% prakiraan pasar dan 1,2% pembacaan sebelumnya. Lebih lanjut, Kepercayaan Konsumen Conference Board (CB) turun menjadi 107,10 di bulan Januari dibandingkan 108,3 sebelumnya. Perlu dicatat bahwa tidak ada perhatian besar yang dapat diberikan pada Indeks Manajer Pembelian (IMP) Chicago AS untuk bulan Januari yang naik menjadi 44,3 dibandingkan 41 yang diharapkan dan 44,9 sebelumnya.

Selanjutnya, IMP AS dapat menghibur para pedagang USD/IDR, namun perhatian utama akan tertuju pada keputusan Fed dan konferensi pers Ketua Jerome Powell.

Analisis Teknikal 

Terobosan sisi bawah yang jelas dari garis tren naik selama satu minggu bergabung dengan candlestick Doji pada hari Selasa akan mendukung para penjual USD/IDR yang menargetkan level terendah bulanan di $14,862.

 

Inflasi Inti (Thn/Thn) Indonesia Januari Dicatat Di 3.27%, Di Bawah Harapan 3.33%

Inflasi Inti (Thn/Thn) Indonesia Januari Dicatat Di 3.27%, Di Bawah Harapan 3.33%
Đọc thêm Previous

GBP/USD Temukan Support di Sekitar 1,2300 karena Indeks USD Mundur, Kebijakan Fed-BoE Menjadi Pusat Perhatian

Pasangan GBP/USD telah menemukan support perantara setelah turun mendekati support krusial di sekitar 1,2300 di sesi Asia. Cable telah mendapatkan day
Đọc thêm Next