S&P 500 Futures Cetak Tren Turun Enam Hari, Imbal Hasil Obligasi Treasury Pulih saat Sentimen Beragam

  • Sentimen pasar tetap tidak pasti di tengah sebelum 'pekan bisu' The Fed, tidak adanya sejumlah data/acara besar.
  • Pembaruan campuran seputar Tiongkok dan Rusia menambah penghalang pada pergerakan perdagangan.
  • Imbal hasil obligasi pemerintah AS menunjukkan inversi terluas dalam empat puluh tahun di tengah kekhawatiran akan resesi.
  • Data lapis kedua dan beberapa katalis risiko dapat menghibur para pedagang dalam perdagangan harian.

Para pedagang global tetap ragu selama awal hari Kamis karena jeda dalam rally obligasi pemerintah AS bergabung dengan berbagai tajuk utama yang beragam seputar Tiongkok dan Rusia. Kemungkinan juga yang telah menahanpergerakan pasar bisa jadi adalah data yang tidak mengesankan dari Australia dan Jepang.

Sementara yang menggambarkan sentimen, Kontrak Berjangka S&P 500 turun sebesar 0,40% dalam perdagangan harian ke 3.921, menyentuh level terendah tiga minggu selama tren turun enam hari. Lebih lanjut, imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS mencetak kenaikan harian pertama dalam tiga hari pada level terendah sejak pertengahan September, naik empat basis poin (bp) mendekati 3,45% pada saat berita ini ditulis.

Perlu dicatat bahwa imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS turun ke level terendah sejak awal September dengan kehilangan 3,30% pada hari Rabu. Pada baris yang sama, imbal hasil obligasi dua tahun turun 2,54% di tengah serbuan pada keamanan risiko. Dengan ini, kurva imbal hasil obligasi pemerintah AS, perbedaan antara imbal hasil obligasi jangka panjang dan jangka pendek, mengalami pola terbalik terbanyak dalam lebih dari empat puluh tahun dan menyoroti masalah resesi.

Di tempat lain, ancaman Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menggunakan senjata nuklir kontras dengan sejumlah komentar terbaru dari Kanselir Jerman Olaf Scholz yang menyarankan bahwa risiko penggunaan senjata nuklir oleh Moskow berkurang. Selain itu, pelonggaran bertahap kebijakan Nol-Covid di Tiongkok tampaknya merupakan pembukaan kembali yang pasif dan kesulitan untuk mengesankan para pembeli.

Berbicara tentang data, pembacaan akhir Jepang untuk Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga (Q3) lebih baik dari prakiraan awal karena angka QoQ meningkat menjadi -0,2% versus -0,3% sementara PDB Tahunan datang -0,8% versus -1,1% yang diharapkan dan -1,2% sebelumnya.

Di sisi lain, Neraca Perdagangan Australia untuk bulan Oktober meningkat ke 12,217 juta versus 1,155 juta yang diharapkan dan 12,444 sebelumnya. Perincian lebih lanjut menunjukkan bahwa Impor dan Ekspor keduanya turun 1,0% versus ekspektasi naik 2,0% dan 1,0% sesuai urutan itu. Selain itu, Buletin triwulanan dari Reserve Bank of Australia (RBA) gagal memberikan petunjuka arah yang jelas karena menyoroti pentingnya edukasi seraya memuji transisi ekonomi karena pelonggaran pembatasan terkait Covid.

Perlu dicatat bahwa 'pekan bisu' yang didorong oleh kebijakan dari para pejabat The Fed menjelang Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pekan depan membatasi momentum pasar secara keseluruhan bahkan jika para penjual memegang kendali. Bagaimanapun, hal tersebut juga gagal menyenangkan para pembeli Dolar AS dan lebih membantu aset-aset safe-haven tradisional seperti Yen dan Emas. Meskipun demikian, harga minyak mentah juga menyaksikan tekanan turun meskipun ada tantangan pada pasokan.

Ke depan, Klaim Tunjangan Pengangguran Awal AS, diprakirakan akan naik 230 ribu versus 225 ribu sebelumnya selama pekan yang berakhir pada tanggal 2 Desember, dapat menghibur para pedagang di tengah kalender ekonomi yang sepi.

Baca juga: Forex Hari Ini: Pelemahan Dolar AS akan Berlanjut

Impor (Bln/Bln) Australia Oktober Turun Ke -0.7% Dari Sebelumnya 0.4%

Impor (Bln/Bln) Australia Oktober Turun Ke -0.7% Dari Sebelumnya 0.4%
مزید پڑھیں Previous

EUR/GBP Lanjutkan Pemulihan setelah Pulih dari 0,8600 Jelang Pidato ECB Lagarde

Pasangan EUR/GBP telah melanjutkan pemulihannya ke dekat 0,8615 di sesi Asia. Pasangan lintas mata uang ini pulih dengan kuat setelah menguji level te
مزید پڑھیں Next